Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid Sebabkan 500.000 Kematian di Brasil, Ribuan Warga Kecam Bolsonaro

Pemrotes menuding Pemerintahan Bolsonaro telah melakukan pembunuhan massal karena tidak membeli vaksin dan tidak melakukan apa pun untuk melindungi rakyat pada tahun lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Juni 2021  |  11:12 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengunakan masker saat Upacara Bendera di Istana Alvorada di Brasilia. - Bloomberg / Andre Borges
Presiden Brazil Jair Bolsonaro mengunakan masker saat Upacara Bendera di Istana Alvorada di Brasilia. - Bloomberg / Andre Borges

Bisnis.com, BRASILIA - Presiden Brasil Bolsonaro menghadapi kecaman publik atas melonjaknya kasus kematian terkait Covid-19.

Brasil melampaui 500.000 kematian akibat Covid-19 pada Sabtu, menurut Kementerian Kesehatan. Jumlah tersebut merupakan angka kematian tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat.

Ribuan orang turun ke jalan di seluruh Brasil pada Sabtu (19/6/2021) memprotes tanggapan Presiden Jair Bolsonaro atas pandemi.

Mereka mengecam Bolsonaro karena tidak memperoleh vaksin dengan cukup cepat dan karena mempertanyakan perlunya memakai masker.

Pemerintah menghadapi kritik keras karena melewatkan kesempatan awal untuk membeli vaksin. Pembuat farmasi Pfizer mengatakan tidak mendapat tanggapan atas tawaran untuk menjual vaksin kepada pemerintah antara Agustus dan November tahun lalu.

“Kami memprotes pemerintah Bolsonaro yang membunuh massal, yang tidak membeli vaksin dan tidak melakukan apa pun untuk merawat rakyatnya pada tahun lalu,” kata Aline Rabelo, 36 tahun, saat memprotes di mal nasional di Brasilia.

Kantor pers Bolsonaro tidak menanggapi permintaan komentar. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hanya 11 persen orang Brasil yang divaksin lengkap dan 29 persen telah menerima dosis pertama.

Media Brasil melaporkan protes telah diadakan di 26 negara bagian serta ibu kota Brasilia.

Banyak demonstran menyebut 500.000 orang tewas sebagai bentuk genosida yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat Brasil. Mereka berteriak, menabuh genderang, dan mengangkat spanduk yang menuntut Bolsonaro dicopot dari jabatannya.

"Setengah juta (nyawa) alasan untuk menggulingkan Bolsonaro," tulis salah satu pengunjuk rasa di pusat kota Sao Paulo.

Sementara penyelenggara menjanjikan demonstrasi terbesar di lebih dari 300 kota. Pertemuan di Rio de Janeiro dan Brasilia pada Sabtu pagi tampaknya tidak lebih besar dari protes besar terakhir pada 29 Mei.

Pemrotes di Sao Paulo, kota dan pusat keuangan terbesar di Brasil, memblokir jalan raya utama di pusat kota. Pengunjuk rasa membentangkan spanduk seukuran blok kota yang menuntut "Kehidupan, Roti, Vaksin, dan Pendidikan." Tidak jelas bagaimana kerumunan dibandingkan dengan protes 29 Mei di sana.

Komite Senat khusus sedang menyelidiki tanggapan pandemi pemerintahan Bolsonaro. Mereka menyoroti upaya yang tertunda untuk memperoleh vaksin sambil memprioritaskan perawatan yang belum terbukti untuk Covid-19.

Bulan lalu, sebuah jajak pendapat menunjukkan popularitas Bolsonaro melorot ke posisi terendah baru. Hanya 24 persen warga Brasil yang mengatakan pemerintahannya "baik" atau "hebat."

Jajak pendapat yang sama menunjukkan saingan sayap kiri Bolsonaro, mantan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, akan menang dalam pemilihan putaran kedua jika pemilihan 2022 diadakan hari ini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

brasil Jair Bolsonaro Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top