Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tertahan di Fiji Selama 2 Tahun, Kemenlu Pulangkan 172 ABK WNI

Para ABK WNI tersebut telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu malam (16/6/2021) dengan menggunakan penerbangan charter Garuda Indonesia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 17 Juni 2021  |  10:49 WIB
ABK WNI yang sempat tertahan di Fiji akhirnya tiba di Tanah Air - Dok./Kemenlu
ABK WNI yang sempat tertahan di Fiji akhirnya tiba di Tanah Air - Dok./Kemenlu

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 172 awak kapal warga negara Indonesia (ABK WNI) yang sempat tertahan di Fiji selama 2 tahun akhirnya dipulangkan atas bantuan dari Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di Suva.

Para ABK WNI tersebut telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu malam (16/6/2021) dengan menggunakan penerbangan charter Garuda Indonesia.

Tertahannya ABK WNI tersebut akibat kebijakan penutupan perbatasan dan penerbangan internasional yang diterapkan oleh Pemerintah Fiji sejak Mei 2021. Sebagian besar dari mereka telah berada di laut selama lebih dari 2 tahun, seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Setelah melalui upaya diplomasi intensif, otoritas terkait di Fiji memberikan izin turun kapal (sign off) dan penerbangan repatriasi. Selama berada di atas kapal, KBRI Suva juga memberikan bantuan logistik kepada para ABK WNI.

Keberhasilan repatriasi ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang baik pula antar Kementerian/Lembaga terkait di dalam negeri, khususnya dalam hal memfasilitasi ketibaan para ABK WNI dan mendorong pertanggungjawaban dari perusahaan yang memberangkatkan para ABK.

Dalam repatriasi ini, turut dipulangkan 2 jenazah ABK WNI yang meninggal di atas kapal. Berdasarkan otopsi, kedua jenazah meninggal karena sakit, bukan Covid-19 sehingga dapat diizinkan untuk dipulangkan ke tanah air.

Selama masa pandemi Covid-19, pemulangan ABK atau pekerja migran Indonesia (PMI) dari luar negeri mengalami tantangan yang besar mengingat kebijakan pembatasan ketat yang diterapkan berbagai negara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni kemenlu abk
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top