Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rouhani Bakal Lengser, Iran Berkukuh Pertahankan Perjanjian Nuklir

Pilpres Iran akan dilaksanakan pada 18 Juni. Ebrahim Raisi yang berasal dari kelompok garis keras yang berseberangan dengan AS diprediksi akan menang.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  18:17 WIB
Hassan Rouhani - Reuters/Lucas Jackson
Hassan Rouhani - Reuters/Lucas Jackson

Bisnis.com, JAKARTA - Pendekatan Iran untuk kembali ke komitmen perjanjian nuklir tidak berubah meski ada indikasi Hassan Rouhani akan lengser dan digantikan oleh kelompok garis keras dalam pilpres bulan ini.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (8/6/2021), diplomat Iran terus melobi untuk memulai kembali perjanjian nuklir yang sempat ditinggalkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan berupaya untuk meringankan sanksi. Seseorang dari pihak atom Iran mengatakan bahwa negosiasi Wina sedang dalam tahap penentuan.

Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiei mengatakan keputusan dibuat oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan mendapat dukungan dari tingkat tertinggi penguasa Iran. Hal itu tidak akan dipengaruhi oleh lengsernya Rouhani, kata Rabiei.

“Pihak lain dalam kesepakatan nuklir bisa percaya bahwa Iran tidak akan melanggar kewajibannya selama mereka mematuhi komitmen mereka. Kami sedang fokus untuk menyelesaikan pembicaraan. Saat ini, kami tidak ingin berspekulasi adanya kemungkinan yang lain,” katanya kepada wartawan.

Rencananya, Pilpres Iran akan dilaksanakan pada 18 Juni. Ebrahim Raisi yang berasal dari kelompok garis keras yang berseberangan dengan AS diprediksi akan menang.

Para diplomat menunda pembicaraan di Wina pekan lalu lantaran delegasi AS dan Iran mengatakan bahwa mereka harus membuat keputusan sulit yang dapat mengacaukan konstituen politik domestik. Para utusan diharapkan kembali ke ibu kota Austria minggu ini, di mana para pemimpin akan memutuskan langkah selanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran amerika serikat nuklir Donald Trump
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top