Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gaduh Gempa 8,7 M dan Tsunami di Jatim, BMKG Imbau Warga Tak Panik

BMKG telah melakukan survei terkait peningkatan aktivitas gempa kecil dan merilis model skenario terburuk itu dalam rangka meningkatkan mitigasi.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  09:43 WIB
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengimbau masyarakat agar tidak panik ihwal informasi model skenario terburuk dengan potensi gempa di Selatan Jawa Timur yang diprediksi bisa mencapai 8,7 magnitudo dan menimbulkan Tsunami.

Melalui akun Twitter resminya, Jumat (4/6/2021) pukul 05.48 WIB, Daryono memberikan penjelasan terkait info tsunami Jatim yang disebutnya menyebabkan kegaduhan. Dia menegaskan bahwa BMKG merilis informasi itu sebagai model skenario terburuk untuk merancang mitigasi.

Namun, dia mengingatkan kepada masyarakat bahwa hal itu bukan prediksi dengan waktu presisi terjadinya gempa. Dia mengatakan model skenario terburuk yang dirilis BMKG itu seharusnya direspons dengan mitigasi dan bukan kepanikan.

"Gaduh tsunami Jatim, sebenarnya masy tdk perlu panik krn model skenario trburuk itu dibuat utk merancang mitigasi. Kpn tjdnya jg tdk ada yg tahu," tulisnya di Twitter.

Daryono menambahkan bahwa potensi bencana dalam skenario model terburuk itu tidak hanya diterapkan pada wilayah Jawa Timur, tetapi di banyak wilayah termasuk Sumatra, Lombok hingga Sumba.

"Jd respon mitigasi yg dinanti bkn kepanikan, potensi itu sama utk semua wil Sumatra, Jawa, Bali, Lombok hgg Sumba, bukan Jatim saja," ungkap Daryono.

Seperti diketahui, dalam webinar bertajuk Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur yang dihelat pada 28 Mei lalu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati kembali memaparkan model skenario terburuk itu dalam rangka meningkatkan mitigasi pemda dan pemangku kepentingan lainnya.

Dia mengatakan ada peningkatan aktivitas gempa di kawasan Jawa Timur dalam lima tahun terakhir. Peningkatan aktivitas itu terutama dalam bentuk gempa kecil.

"Jawa Timur itu mengalami peningkatan gempa-gempa kecil, sebelum terjadinya gempa yang 6 Magnitudo kemarin [awal April 2021]. Kami sudah curiga sejak akhir tahun," ujarnya dalam webinar tersebut.

Oleh karena itu, Kepala BMKG mengatakan pihaknya sejak awal tahun melakukan survei. Hasilnya, aktivitas gempa meningkat menjadi rata-rata 600 kali sebulan pada 2021 dari sebelumnya rata-rata 300-400 kali. 

Dwikorita menjelaskan peningkatan aktivitas gempa kecil seperti itu umumnya diikuti oleh gempa dengan magnitudo besar. 

"Kami susuri pantai dari Jawa Timur sampai Selat Sunda. Dari catatan sejarah, gempa di atas 7 M dan dengan skenario terburuk itu diprediksi bisa terjadi 8,7 M. Ini bisa membangkitkan tsunami, sehingga kami cek kesiapan aparat setempat, pemda setempat, dan sarana prasarana evakuasi bila terjadi tsunami," jelasnya.

Dwikorita menambahkan berdasarkan catatan sejak 2008, ada sejumlah zona kosong di antara sekian ratus titik gempa di wilayah Selatan Jatim. Zona kosong yang disebut gap seismik itu, kata dia, dikhawatirkan menjadi potensi gempa karena belum melepaskan energi.

"Inilah yang kami jadikan skenario, kami ambil kemungkinan magnitudo tertinggi, kemungkinan 8,7 M. itu untuk memprediksi kejadian tsunami, ketinggian ombak, jarak masuknya...Bukan berarti kepastian ada gempa, tetapi ada tren peningkatan gempa-gempa kecil yang biasanya mengawali gempa besar," tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa BMKG jatim jawa timur
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top