Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polemik TWK KPK, Pegawai Ditawari Jadi Istri Kedua

Dugaan pelecehan terhadap pegawai KPK saat tes wawasan kebangsaan telah dilaporkan ke Komisi Nasional Perempuan untuk ditindaklanjuti.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  15:01 WIB
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tri Artining Putri membeberkan bahwa ada karyawan perempuan KPK yang dilecehkan pada saat diwawancarai tentang wawasan kebangsaan (TWK) oleh tim pewawancara.

Menurut mantan wartawan Tempo itu, pelecehan tersebut berupa ajakan untuk jadi istri kedua. Pertanyaan itu dilontarkan oleh dua orang pewawancara kepada kawannya yang juga pegawai KPK.

Wanita yang akrab disapa Puput itu menyampaikan pertanyaan apakah bersedia menjadi istri kedua tersebut, karena karyawan yang diwawancara itu belum menikah di usia 35 tahun. 

"Katanya kenapa belum menikah di usia segini, masih punya hasrat atau tidak. Jangan-jangan LGBT. Lalu ditutup dengan bagaimana kalau jadi istri saya saja, mau nggak jadi istri kedua saya, itu kata pewawancara yang laki-laki itu," tutur Puput dalam acara diskusi publik dengan tema Mengurai Kontroversi Tes Wawasan Kebangsaan KPK melalui streaming Youtube Sahabat ICW, Minggu (30/5/2021).

Menurut Puput, meskipun pewawancara mengaku tawaran tersebut hanya gurauan. Namun, hal itu tetap sebuah pelecehan seksual yang dilakukan dua orang pria yang mewawancarai kawannya itu.

"Mereka bilang nggak usah diambil hati ya mbak, itu saya tadi cuma bercanda lho. Itu bukan bercandaan, tetapi pelecehan, karena wawancara itu formal yang wawancara tersebut mewakili lembaganya dan teman saya adalah karyawan KPK," ujarnya.

Puput mengaku bahwa hal tersebut sudah sempat dilaporkan ke Komisi Nasional Perempuan untuk ditindaklanjuti. "Sudah dilaporkan ke Komnas Perempuan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK pelecehan ASN
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top