Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

693 Pegawai KPK Tolak Pemecatan Pegawai yang Tak Lolos TWK

Tes wawasan kebangsaan dinilai bermasalah sehingga memicu adanya gerakan solidaritas dari sejumlah pegawai KPK.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  13:13 WIB
Febri Diansyah - Antara
Febri Diansyah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah menyebut sedikitnya 693 pegawai KPK menyatakan solidaritas terhadap 75 pegawai yang dinyatakan gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai bagian dari alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Melalui akun Twitternya, dia menyebutkan bahwa solidaritas tersebut diperoleh dari sejumlah divisi dalam tubuh komisi antirasuah itu.

"Sampai Minggu pagi ini, Pukul 09.05 WIB, brtambah terus jadi 693 Pegawai KPK nyatakan solidaritasnya untuk #75PegawaiKPK. Mereka menolak penyingkiran Pegawai KPK berintegritas & tidak terjebak dengan narasi adu domba," kata Febri, Minggu (30/5/2021).

Dia mengatakan bahwa tes tersebut dinilai bermasalah sehingga memicu adanya gerakan solidaritas dari sejumlah pegawai KPK.

Dia menilai 600 lebih pegawai tersebut tergerak hatinya dan paham adanya rentetan upaya menyerang dan menghancurkan KPK. Situasi ini dinilai terus terjadi hingga kini.

Febri menjelaskan bahwa solidaritas tersebut berasal dari sejumlah divisi seperti penyidikan, PLPM, penyidikan, PJKAKI, Direktorat DNA, Pencegahan dan Monitoring, Dikmas, Korsup hingga Kesetjenan.

"Semoga para pegawai yang berani bersikap ini tidak mendapat tekanan dari atasan mereka di KPK. Dan terus bertambah. Tetaplah berjuang dengan yakin dan teguh hati, teman-teman," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan 24 dari 75 pegawai yang tidak lulus TWK lolos dengan syarat akan diberi pembinaan. Sementara itu 51 orang lainnya disebut tidak dapat lagi dibina dan dinyatakan dipecat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK korupsi ASN
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top