Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Data Penduduk Bocor, Polri akan Klarifikasi Hal Ini ke Dirut BPJS Kesehatan

Bareskrim Polri akan mengklarifikasi sejumlah hal kepada Dirut BPJS Kesehatan dalam pemeriksaan hari ini terkait kasus kebocoran 279 juta data penduduk.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  11:57 WIB
Data Penduduk Bocor, Polri akan Klarifikasi Hal Ini ke Dirut BPJS Kesehatan
Bareskrim Polri - Antara/Laily Rahmawaty

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan memeriksa Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti terkait kasus kebocoran 279 juta data penduduk Indonesia pada hari ini, Senin (24/5).

"Dirut BPJS Kesehatan akan dipanggil untuk klarifikasi," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto, Jakarta, Jumat (21/5/2021) seperti dikutip dari Instagram @divisihumaspolri.

Dalam pemanggilan nanti, Agus mengatakan penyidik Bareskrim Polri akan mengklarifikasi sejumlah hal termasuk diantaranya siapa yang mengoperasikan data di BPJS Kesehatan. Selain itu, juga akan dilakukan digital forensik.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan kasus kebocoran data penduduk yang dijual secara online di forum hacker Raid Forums telah masuk tahap penyelidikan. Adapun, penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Sejak isu bergulir sudah perintahkan Dit Tipidsiber untuk melakukan lidik hal tersebut," ujarnya.

Agus menyatakan panggilan pemeriksaan kepada Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti untuk dimintai keterangan merupakan wujud keseriusan Polri dalam menangani kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, data 279 juta penduduk Indonesia peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan diduga bocor dan diperjualbelikan di situs raidsforum.com.

Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, email, nama, alamat, hingga gaji.

Data tersebut dijual oleh pengguna forum dengan nama id 'Kotz'. Data yang dijual termasuk data penduduk yang sudah meninggal.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penelusuran lebih lanjut apakah data yang bocor tersebut berasal dari lembaganya atau bukan.

BPJS Kesehatan telah mengerahkan tim khusus untuk sesegera mungkin melacak dan menemukan sumbernya. 

"Namun perlu kami tegaskan bahwa BPJS Kesehatan konsisten memastikan keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi sebaik-baiknya," ujar Iqbal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPJS Kesehatan bareskrim polri data penduduk kejahatan siber
Editor : Fitri Sartina Dewi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top