Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketua KPCPEN: Kasus Covid-19 Indonesia Turun, Begini Datanya

Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) nasional di Indonesia hingga 13 Mei mencapai 29 persen.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 15 Mei 2021  |  14:26 WIB
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan
Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test virus corona Covid-19 secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (Labkesdan) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020)./Antara - Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan. Pada Jumat (15/5/2021) kemarin, penambahan kasus Covid-19 sebanyak 2.633 kasus, terendah setidanya sejak awal 2021.

Airlangga memaparkan dari penambahan kasus terkonfirmasi positif sebesar 2.633 kasus kemarin, kasus aktif sebesar 5,4 persen. Lalu, tingkat kesembuhan sebesar 91,8 persen dan kasus meninggal 2,8 persen.

“Total persentase kesembuhan dan yang lain kita lebih baik dari beberapa negara,” jelas Airlangga dalam video conference, Sabtu (15/5/2021).

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) nasional di Indonesia hingga 13 Mei mencapai 29 persen. Dia meningatkan bahwa BOR di beberapa daerah di Sumatera cukup tinggi.

Airlangga menyebut BOR di Riau sebesar 60 persen, Sumatera Utara 57 persen, Sumatera Barat 47 persen. Sementara itu, BOR di Jambi dan Kalimantan Barat tercatat sebesar 45 persen.

Sejalan dengan itu, Airlangga mendorong upaya antisipasi pascakebijakan larangan mudik Idulfitri 1442 H seperti penyekatan dan mandatory test yang dilakukan secara random di 21 titik di Pulau Jawa, sejak 15 Mei lalu.

Adapun, data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan terdapat 1,5 warga yang keluar Jabodetabek sejak masa pengetatan mudik 22 April hingga 11 Mei 2021. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi awal yaitu 17 juta warga.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Airlangga mengatakan langkah yang diambil adalah memperketat PPKM Mikro. Dengan langkah tersebut, dia berharap agar warga yang mudik dan dites positif Covid-19, dapat diisolasi di daerah masing-masing.

“Demikian pula saat akan kembali ke Jakarta, sudah diberikan beberapa tempat. Kalau untuk Sumatera, di pelabuhan Bakauheni, dan beberapa titik di Pulau Jawa yang akan dipakai untuk memonitor mereka yang akan kembali ke Jakarta,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top