Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Gempa Nias Barat: Gempa Susulan Sudah Terjadi 9 Kali

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang berada di zona out-rise.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 14 Mei 2021  |  17:26 WIB
Update Gempa Nias Barat: Gempa Susulan Sudah Terjadi 9 Kali
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati - bmkg.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan yang terjadi di Nias Barat, Sumatra Utara per pukul 16.20 WIB Jumat (14/5/2021) sudah mencapai 9 kali.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengimbau masyarakat agar tidak panik.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang berada di zona out-rise. Gempa tersebut memiliki mekanisme sesar normal. Dari analisis BMKG, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Kami mengimbau masyarakat tidak panik,” kata Dwikorita dalam konferensi pers Jumat (14/5/2021) sore.

Dwikorita menjelaskan bahwa gempa pertama terjadi sekitar pukul 13.33 WIB. Catatan BMKG awalnya gempa berkekuatan magnitudo 7,2, namun kemudian diperbarui menjadi magnitudo 6,7.

Sementara itu, gempa susulan yang terjadi sebanyak 9 kali berkekuatan magnitudo pada kisaran 3,3 hingga 5,3.

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah terdampak menghindari bangunan yang sudah rusak atau retak akibat gempa. Meskipun dengan sikap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.”

Hingga artikel ini dirilis, BMKG belum mendapat laporan kerusakan dan jumlah korban.

Dwikorita menyebut, pihaknya masih akan berkoordinasi terhadap BNPB dan BPPD setempat untuk memperbarui data dampak gempa dan kemungkinan jumlah korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa BMKG
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top