Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Penduduk Divaksin, Inggris Kembali Longgarkan Lockdown

Pemerintah Inggris berencana benar-benar mengakhiri lockdown pada 21 Juni 2021 dengan seluruh aturan pembatasan bakal dihapuskan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Mei 2021  |  13:09 WIB
Warga mengantre untuk memasuki Lapangan Lord's Cricket guna menerima vaksin  Covid-19  di tengah mewabahnya penyakit tersebut, di London, Inggris, Jumat (22/1/2021). - Antara
Warga mengantre untuk memasuki Lapangan Lord's Cricket guna menerima vaksin Covid-19 di tengah mewabahnya penyakit tersebut, di London, Inggris, Jumat (22/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Inggris berencana kembali melonggarkan aturan lockdown. Masyarakat akhirnya diperbolehkan untuk bertemu dengan orang-orang terdekat di ruang tertutup seperti bar, restoran, dan bioskop mulai pekan depan.

Mulai 17 Mei 2021, warga Inggris bisa membuat pertemuan antarkeluarga atau maksimal satu kelompok berisi 6 orang. Tetapi, aturan jaga jarak akan tetap berlaku di tempat umum seperti pusat belanja, bar, restoran, dan kantor. Pemerintah juga masih menyarankan agar warga tetap bekerja dari rumah.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengumumkan peta jalan untuk melonggarkan lockdown, setelah kasus Covid-19 di seluruh Inggris berhasil melandai drastis dalam beberapa bulan terakhir dan mayoritas orang dewasa sudah divaksin.

Tingkat infeksi Covid-19 di Inggris pun tercatat terendah sejak September. Sementara tingkat kematian dan keparahan hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit berada di level terendah sejak Juli 2020.

“Hari ini kami sampaikan pengumuman terbesar dalam peta jalan kami, yang sudah dinantikan banyak orang. Jadi, mari raih keuntungan ini dengan tetap berhati-hati dan waspada,” ujar Johnson, dilansir Bloomberg, Selasa (11/5/2021).

Sebelum Johnson menyampaikan pengumuman tersebut, Kepala Petugas Medis Inggris juga telah menurunkan level kedaruratan Covid-19 dari level empat menjadi level tiga. Artinya, pandemi ada namun transmisi virusnya tak lagi tinggi atau mengalami lonjakan.

Johnson juga mengatakan Inggris akan benar-benar mengakhiri lockdown pada 21 Juni 2021 dengan seluruh aturan pembatasan bakal dihapuskan.

Dia mengatakan dalam pidatonya pada Senin (10/5/2021), bahwa berdasarkan data yang ada, Inggris juga bisa menghapus aturan jaga jarak minimal 1 meter, tetapi belum benar-benar diputuskan. Pemerintah Inggris akan mengumumkan lebih lanjut pada akhir bulan ini.

Mulai pekan depan, tempat hiburan dalam ruangan seperti bioskop, museum, dan tempat bermain anak bisa kembali dibuka. Kemudian, gelaran olahraga di stadion dan di pusat konferensi juga bisa dilaksanakan. Selain itu, liburan domestik juga diperbolehkan dengan semua hotel sudah bisa kembal dibuka.

Di Inggris lebih dari dua pertiga penduduk dewasanya sudah meneruma vaksinasi, dan lebih dari 17 juta orang sudah mendapat vaksin dosis kedua.

Namun, Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan vaksin hanya akan menurunkan risiko, tidak menghilangkan sepenuhnya karena setiap orang memiliki risiko keparahan berbeda ketika terpapar virus.

Para ahli di pemerintahan juga masih mengkhawatirkan akan adanya potensi ancaman bahwa varian baru virus bisa melemahkan vaksin dan menggagalkan program vaksinasi.

Badan Kesehatan Masyarakat Inggris menyebutkan pada Jumat lalu bahwa mutasi virus India sudah masuk menjadi variant of concern atau yang perlu diperhatikan. London dan Barat Laut Inggris telah melakukan testing masal dan hasilnya menunjukkan ada 520 kasus di Inggris, atau naik 318 kasus dalam sepekan.

Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty mengatakan varian dari India ini sedikit mengkhawatirkan karena terbukti meningkatkan penularan meski tak sampai membuat lonjakan.

“Ini bisa lebih menular dari varian sebelumnya, dan risiko mutasi virus akan tetap ada,” kata Whitty.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Covid-19 Lockdown

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top