Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Industri Pariwisata, Inggris Buka Pintu bagi 12 Negara

Sebanyak 12 negara mendapatkan lampu hijau untuk memasuki Inggris, begitu pula dengan sebaliknya.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 08 Mei 2021  |  02:16 WIB
Warga mengantre memasuki Lapangan Lord's Cricket untuk menerima vaksin virus corona (Covid-19), di tengah mewabahnya penyakit tersebut, di London, Inggris, Jumat (22/1/2021)./Antara - REUTERS/John Sibley
Warga mengantre memasuki Lapangan Lord's Cricket untuk menerima vaksin virus corona (Covid-19), di tengah mewabahnya penyakit tersebut, di London, Inggris, Jumat (22/1/2021)./Antara - REUTERS/John Sibley

Bisnis.com, JAKARTA – Inggris membuka perbatasannya hanya untuk 12 negara, termasuk Portugal, seiring dengan upayanya untuk membangkitkan kembali pariwisata.

Departemen Transportasi mengatakan larangan masuk turis asing akan direlaksasi mulai 17 Mei 2021. Masuknya turis asing ke Inggris tetap memerlukan hasil tes negative Covid-19, tetapi tidak harus melakukan karantina.

Sejumlah negara yang mendapatkan lampu hijau masuk Inggris antara lain Portugal, Israel, Islandia, Faroes, Singapura, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Australia, dan territorial Inggris Gibraltar serta Falklands.

Sayangnya negara-negara di Uni Eropa seperti Spanyol, Yunani, dan Prancis tak masuk dalam daftar hijau tersebut sehingga warga di negara-negara tersebut tidak dapat masuk ke Inggris. Begitupula dengan warga negara Inggris.

Relaksasi pembukaan perbatasan tersebut membuat Inggris semakin bernafsu untuk membalikkan keadaan pariwisata yang lunglai akibat pandemi. Pembukaan perbatasan juga akan memberikan dorongan ekonomi setelah Inggris berhasil melakukan vaksinasi lebih cepat daripada Uni Eropa.

“Satu-satunya jalan keluar dari pandemic adalah kehati-hatian, prudent, dan bertanggung jawab. Alasan mengapa Inggris tidak membuka diri ke lebih banyak negara karena tidak banyak negara yang memiliki posisi sama dengan Inggris,” kata Sekretaris Transportasi Grant Shapps, dikutip dari Bloomberg, Jumat (8/5/2021).  

Sementara itu, Inggris memperluas daftar hitam negara yang tidak bisa dimasuki warga Negara Inggris menjadi hampir 40 negara, termasuk Turki.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top