Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Doa Rasulullah SAW Saat Malam Lailatul Qadar

Berikut doa yang diucapkan Rasullullah SAW saat malam Lailatul Qadar seperti diriwayatkan Hadist.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 Mei 2021  |  15:17 WIB
Menggunakan masker saat salat di tempat umum atau masjid sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19. - Istimewa
Menggunakan masker saat salat di tempat umum atau masjid sebagai salah satu cara mencegah penularan Covid-19. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - 10 malam terakhir bulan Ramadan orang biasanya akan lebih meningkatkan ibadahnya untuk mendapatkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan malam yang istimewa dan menjadi suatu kerahasiaan Allah SWT di bulan Ramadhan. Sayangnya, tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan tibanya malam yang lebih mulia ketimbang seribu bulan itu. 

Namun, Rasulullah SAW melalui haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari menyampaikan bahwa kita dianjurkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan suci ini. Karenanya, Beliau SAW memperbanyak ibadah dan amal saleh pada malam tersebut.

Dilansir dari situs islam.nu.or.id, Aisyah pernah mengatakan, “Saat memasuki sepuluh akhir Ramadhan, Rasulullah SAW fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari). 

Hadits ini dijadikan Ibnu Bathal sebagai landasan bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan. 

Sementara Abu Ishaq al-Syirazi, dalam kitabnya At-Tanbih menuliskannya sebagai berikut:

“Dianjurkan mencari lailatul qadar di setiap malam Ramadhan, terutama malam sepuluh akhir dan malam ganjil. Lailatul qadar paling sering diharapkan terjadi pada malam 21 dan 23. 

Saat malam lailatul qadar disunahkan membaca do’a: 

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"

(Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku).

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa lailatul qadar terdapat pada sepuluh akhir Ramadhan, terutama pada malam ganjil. Hal itu bukan berati lailatul qadar tidak terjadi pada malam genap atau sebelum sepuluh terakhir. Sangat mungkin lailatul qadar hadir di malam genap dan sebelum sepuluh terakhir.

Maka dari itu, usahakan beribadah sebanyak mungkin dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan. Bisa jadi satu dari sekian banyak ibadah yang kita kerjakan bertepatan dengan malam penuh kemuliaan itu. Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan: 

“Siapa yang mendirikan (memperbanyak ibadah) pada malam lailatul qadar atas dasar keimanan dan keikhlasan, maka dosanya diampuni, baik yang berlalu maupun yang akan datang.”

Hadits ini mengisyaratkan kita untuk terus-menerus dan menjaga konsistensi ibadah di bulan Ramadhan karena kita tidak tahu kapan datangnya lailatul qadar. 

Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Wahai Rasul, andaikan aku bertemu lailatul qadar, do’a apa yang bagus dibaca? 

Rasul menjawab:

"Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî,"

(Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku),” (HR Ibnu Majah). 

Lagi-lagi kita tidak tahu waktu pasti terjadinya lailatul qadar. Untuk itu do’a yang diajarkan Rasul ini sangat baik untuk dibaca pada terutama sepuluh malam terakhir Ramadhan. Wallahu a’lam.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa Ramadan lailatul qadar
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top