Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemberontak Etnis Tembak Jatuh Helikopter Militer Myanmar

Dewan militer melancarkan serangan udara di daerah itu sejak sekitar pukul 8 atau 9 pagi, menggunakan jet tempur dan juga melepaskan tembakan menggunakan helikopter.
Seorang pria mengacungkan salam tiga jari, simbol perlawanan sipil terhadap kudeta dan junta militer Myanmar, ketika melewati ban terbakar sewaktu unjuk rasa menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, 1 April 2021./Antara/Reuters-Stringer
Seorang pria mengacungkan salam tiga jari, simbol perlawanan sipil terhadap kudeta dan junta militer Myanmar, ketika melewati ban terbakar sewaktu unjuk rasa menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, 1 April 2021./Antara/Reuters-Stringer

Bisnis.com, JAKARTA - Kelompok pemberontak etnis di pegunungan utara Myanmar berhasil menembak jatuh sebuah helikopter militer, dan setidaknya satu bom parsel meledak di bagian lain negara itu saat pertempuran meningkat setelah kudeta.

Pada Senin (3/5/2021), Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) mengatakan telah menembak jatuh satu helikopter militer di dekat Kota Moemauk di Provinsi Kachin setelah beberapa hari serangan udara militer sebagaimana dikutip CNN.com, Rabu (5/5/2021).

"Dewan militer melancarkan serangan udara di daerah itu sejak sekitar pukul 8 atau 9 pagi, menggunakan jet tempur dan juga melepaskan tembakan menggunakan helikopter. Jadi, kami balas menembak mereka," kata juru bicara bernama Naw Bu melalui telepon.

Akan tetapi, dia menolak mengatakan senjata apa yang digunakan.

Seorang penduduk di daerah itu yang menolak disebutkan namanya, mengatakan melalui telepon bahwa empat orang tewas di rumah sakit setelah peluru artileri menghantam sebuah biara di desa tersebut.

Sementara itu, ledakan dari setidaknya satu bom parsel di Myanmar tengah bagian selatan menewaskan lima orang, termasuk seorang anggota parlemen yang digulingkan dan tiga petugas polisi yang telah bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil yang menentang kekuasaan militer, menurut media setempat.

Myanmar mengalami peningkatan jumlah ledakan kecil di daerah pemukiman, terkadang menargetkan kantor pemerintah atau fasilitas militer, sejak pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi digulingkan pada 1 Februari.

Ledakan terakhir terjadi di desa di Bago Barat sekitar pukul 5 sore waktu setempat pada Senin (3/5/2021), menurut portal berita Myanmar Now.

Tiga ledakan terjadi ketika setidaknya satu bom parsel meledak di sebuah rumah di desa itu, sehingga menewaskan seorang anggota parlemen dari partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi serta tiga petugas polisi dan seorang penduduk, menurut laporan itu.

Seorang petugas polisi lain yang terlibat dalam gerakan pembangkangan sipil juga terluka parah setelah lengannya putus akibat ledakan itu, kata penduduk.

Dia kemudian  dirawat di rumah sakit, katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper