Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemberontak Etnis Tembak Jatuh Helikopter Militer Myanmar

Dewan militer melancarkan serangan udara di daerah itu sejak sekitar pukul 8 atau 9 pagi, menggunakan jet tempur dan juga melepaskan tembakan menggunakan helikopter.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  09:43 WIB
Seorang pria mengacungkan salam tiga jari, simbol perlawanan sipil terhadap kudeta dan junta militer Myanmar, ketika melewati ban terbakar sewaktu unjuk rasa menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, 1 April 2021./Antara - Reuters/Stringer
Seorang pria mengacungkan salam tiga jari, simbol perlawanan sipil terhadap kudeta dan junta militer Myanmar, ketika melewati ban terbakar sewaktu unjuk rasa menentang kudeta di Mandalay, Myanmar, 1 April 2021./Antara - Reuters/Stringer

Bisnis.com, JAKARTA - Kelompok pemberontak etnis di pegunungan utara Myanmar berhasil menembak jatuh sebuah helikopter militer, dan setidaknya satu bom parsel meledak di bagian lain negara itu saat pertempuran meningkat setelah kudeta.

Pada Senin (3/5/2021), Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) mengatakan telah menembak jatuh satu helikopter militer di dekat Kota Moemauk di Provinsi Kachin setelah beberapa hari serangan udara militer sebagaimana dikutip CNN.com, Rabu (5/5/2021).

"Dewan militer melancarkan serangan udara di daerah itu sejak sekitar pukul 8 atau 9 pagi, menggunakan jet tempur dan juga melepaskan tembakan menggunakan helikopter. Jadi, kami balas menembak mereka," kata juru bicara bernama Naw Bu melalui telepon.

Akan tetapi, dia menolak mengatakan senjata apa yang digunakan.

Seorang penduduk di daerah itu yang menolak disebutkan namanya, mengatakan melalui telepon bahwa empat orang tewas di rumah sakit setelah peluru artileri menghantam sebuah biara di desa tersebut.

Sementara itu, ledakan dari setidaknya satu bom parsel di Myanmar tengah bagian selatan menewaskan lima orang, termasuk seorang anggota parlemen yang digulingkan dan tiga petugas polisi yang telah bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil yang menentang kekuasaan militer, menurut media setempat.

Myanmar mengalami peningkatan jumlah ledakan kecil di daerah pemukiman, terkadang menargetkan kantor pemerintah atau fasilitas militer, sejak pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi digulingkan pada 1 Februari.

Ledakan terakhir terjadi di desa di Bago Barat sekitar pukul 5 sore waktu setempat pada Senin (3/5/2021), menurut portal berita Myanmar Now.

Tiga ledakan terjadi ketika setidaknya satu bom parsel meledak di sebuah rumah di desa itu, sehingga menewaskan seorang anggota parlemen dari partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) Aung San Suu Kyi serta tiga petugas polisi dan seorang penduduk, menurut laporan itu.

Seorang petugas polisi lain yang terlibat dalam gerakan pembangkangan sipil juga terluka parah setelah lengannya putus akibat ledakan itu, kata penduduk.

Dia kemudian  dirawat di rumah sakit, katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar kudeta militer aung san suu kyi
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top