Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musibah KRI Nanggala-402, Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman Turut Berduka

Segiat apapun kami berlatih, dan secanggih apa pun peralatan yang digunakan, namun kecelakaan adalah hal yang tidak bisa dihindari.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 30 April 2021  |  08:55 WIB
Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman memberikan penghormatan terakhir pada kru KRI Nanggala-402. - Istimewa / KBRI Berlin
Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman memberikan penghormatan terakhir pada kru KRI Nanggala-402. - Istimewa / KBRI Berlin

Bisnis.com, BERLIN - Ungkapan simpati atas musibah tenggelamnya KRI Nanggala-402 mengalir dari berbagai negara.

Di Jerman, Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer mengungkapkan ungkapan duka melalui akun Twitternya (@akk).

“Today, I feel with the families and friends of the 53 Indonesian sailors whose submarine #Nanggala402 sank. My heartfelt condolences to Defense Minister @Prabowo and the Indonesian Armed Forces,” ujar Menhan Jerman.

Tak hanya Menhan Jerman, Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman (Verband Deutscher Ubootfahrer/ VDU) bahkan menggelar upacara peletakan karangan bunga di Monumen Kapal Selam di kota Möltenort, Jerman.

Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno hadir dalam upacara penghormatan terakhir kepada kru KRI Nanggala-402 yang diselenggaran Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman, Kamis (29/4/2021)./KBRI Berlin

 

Penghormatan terakhir kepada kru KRI Nanggala, yang berlangsung Kamis (29/4/2021) ini dihadiri oleh Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno.

Juga hadir Konjen RI Frankfurt Ardian Wicaksono, Atase Pertahanan RI Berlin Rio Hendrawan, tiga peserta Sesko dari Indonesia, serta Delegasi Task Force RI MCMV Lemwerder.

Selain itu, upacara dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Presiden dan Dewan Pengurus Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman, Presiden Perkumpulan Angkatan Laut Jerman, Dewan Pengurus dan Anggota Korps Kapal Selam Kiel, Komandan Armada Misi, Komandan Skuadron Kapal Selam, dan CEO Perusahaan ThyssenKrupp Marine System.

“Kami sangat merasa kehilangan atas kepergian sahabat-sahabat kami. Sebagai sesama awak kapal selam, kami sadar tugas yang kami emban penuh dengan risiko dan bahaya. Segiat apapun kami berlatih, dan secanggih apa pun peralatan yang digunakan, namun kecelakaan adalah hal yang tidak bisa dihindari,” ujar Michael Setzer, Presiden Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman.

Michael Setzer menyatakan bahwa anggota Asosiasi Awal Kapal Selam Jerman telah memiliki hubungan kolega dan pribadi yang dekat dengan kru Nanggala-402. Bahkan, lanjutnya, di antara kru Nanggala 402 yang mengalami musibah naas tersebut, dua tahun lalu sempat mengikuti program Pendidikan di Angkatan Laut Jerman dan masih terus menjalin kontak erat.

“Mereka layaknya Brothers in Arms bagi kami“, tambahnya.

Upacara berlangsung di bawah rintik hujan, saat suhu tercatat di angka 7°C. Dengan diiringi terompet, mereka melantunkan lagu “Ich hatte einen Kameraden“ (“Saya memiliki seorang sahabat”). Lagu ini biasa mengiringi prosesi penghormatan terakhir bagi tentara yang gugur dalam tugas.

Dubes Oegroseno, yang juga penerima brevet kehormatan surveyor dari Pushidros TNI AL, mengapresiasi inisiatif Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman menyelenggarakan upacara peletakan karangan bunga ini.

“Atas nama Pemerintah Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, para keluarga korban, saya mengucapkan terimakasih atas solidaritas tinggi dari Asosiasi Awak Kapal Selam Jerman. Ini adalah satu-satunya upacara penghormatan bagi para pahlawan yang gugur, yang digelar di luar Indonesia. Acara ini menunjukkan hubungan yang erat di bidang pertahanan, kerjasama Angkatan Laut dan people to people dalam konteks kemiliteran antara Indonesia dan Jerman,” ujar Duber Harvas Oegroseno.

Upacara dilangsungkan di Monumen Kapal Selam di Möltenort Heikendorf. Monumen ini dibangun untuk menghormati para kru kapal selam Jerman yang gugur pada Perang Dunia I dan II.

Monumen ini kemudian secara rutin menjadi simbol penyelenggaraan penghormatan tertinggi kepada seluruh kru kapal selam Jerman yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Mereka yang gugur telah memberikan tauladan keberanian, loyalitas, chivalry dalam mengemban tugas kepada kita. Doa kita bersama untuk mereka, ungkap Dubes Harvas Oegroseno.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman kapal selam Arif Havas Oegroseno KRI Nanggala 402

Sumber : KBRI Berlin

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top