Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Jerman Lockdown Hingga Juni

Jerman berupaya menekan gelombang ketiga Covid-19, sebagian besar disebabkan oleh penyebaran varian Covid-19 yang lebih menular.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 April 2021  |  20:12 WIB
Pejalan kaki melewati patung wajah Karl Marx di Chemnitz, Jerman -  Bloomberg / Krisztian Bocsi
Pejalan kaki melewati patung wajah Karl Marx di Chemnitz, Jerman - Bloomberg / Krisztian Bocsi

Bisnis.com, JAKARTA - Jerman mulai hari ini memberlakukan pengetatan penguncian (lockdown) untuk menghadapi gelombang ketiga infeksi Covid-19 dengan mengeluarkan serangkaian tindakan baru yang akan berlangsung hingga Juni.

Kebijakan pemerintah itu langsung menuai protes di beberapa kota di Jerman setelah pembatasan diberlakukan akhir pekan ini di zona merah Covid-19.

Jam malam, pembatasan pelanggan di toko-toko, penutupan pusat rekreasi hingga pembatasan kontak rumah tangga adalah bagian dari langkah-langkah tersebut.

Jerman terus menekan gelombang ketiga Covid-19, sebagian besar disebabkan oleh penyebaran jenis virus yang lebih menular yang pertama kali muncul di Inggris pada musim gugur lalu.

Dengan memberlakukan "rem darurat nasional," kota atau distrik yang melebihi tingkat kasus 100 infeksi per 100.000 penduduk selama tiga hari berturut-turut harus menerapkan penguncian.

Selain itu, sekolah akan ditutup jika tingkat insiden di atas 165 kasus baru per 100.000 penduduk selama tiga hari berturut-turut.

Data dari Robert Koch Institute, badan kesehatan masyarakat Jerman menunjukkan bahwa semua kecuali satu dari 16 negara bagian Jerman berada di atas ambang batas untuk pemberlakuan rem darurat nasional dan tujuh negara bagian memiliki tingkat insiden rata-rata di atas 165 per 100.000 orang seperti dikutip CNBC, Senin (26/4/2021).

Tindakan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Perlindungan Infeksi itu secara efektif memperluas kewenangan pemerintah federal untuk mengendalikan pandemi. Negara bagian Jerman sebagian besar telah mampu menetapkan aturan mereka sendiri, namun beberapa negara enggan untuk memberlakukan tindakan yang lebih ketat meskipun terjadi lonjakan infeksi.

Kanselir Jerman Angela Merkel membela aturan baru tersebut dan mendesak warganya untuk mematuhinya.

“Jika sekarang kami berhasil mengurangi infeksi secara signifikan dan cepat, relaksasi langkah demi langkah akan dimungkinkan di masa mendatang. Mari kita sekarang sekali lagi melakukan apa yang perlu dan bersama-sama menunjukkan tanggung jawab,” kata Merkel dalam podcast video mingguannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman Virus Corona Covid-19 Lockdown
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top