Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICW Curiga Penyidik Robin Tak Bekerja Sendiri, Ini Respons KPK

KPK akan memanggil seluruh pihak yang diduga mengetahui kasus suap yang melibatkan penyidik KPK Stefanus Robin Pattuju.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2021  |  12:50 WIB
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). - Antara\r\n
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju digiring petugas untuk mengikuti konferensi pers usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal kecurigaan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyakini oknum penyidik dari unsur Polri Stefanus Robin Pattuju tak bergerak sendiri dalam upaya mengakali perkara Wali Kota Tanjungbalai.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK bekerja berdasarkan kecukupan alat bukti. "Tidak berdasar asumsi, persepsi, dan opini," kata Ali, Minggu (25/4/2021).

Meskipun demikian, Ali memastikan pihaknya akan mengusut segala informasi yang diterima terkait perkara suap dalam kasus Wali Kota Tanjungbalai. KPK juga akan memanggil seluruh pihak yang diduga mengetahui kasus ini.
"Kami pastikan akan didalami terhadap para pihak yang akan kami panggil dan periksa sebagai saksi. Termasuk nanti akan juga dikonfirmasi kepada para tersangka," ujarnya.
Sebelumnya, ICW meyakini Robin tidak bekerja sendiri. ICW mempertanyakan adanya peran penyidik lain di kasus suap itu.
"ICW meyakini penyidik Robin tidak bertindak sendiri dalam perkara dugaan suap atau gratifikasi ini," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana lewat keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).
Kurnia mengatakan untuk merealisasikan janjinya, yaitu menghentikan perkara pada tingkat penyelidikan merupakan kesepakatan kolektif bersama penyidik lain dan mendapatkan persetujuan dari atasannya di kedeputian penindakan.
KPK menetapkan Stefanus Robin menjadi tersangka penerima suap Rp1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial. Uang itu diminta dengan janji Robin akan membuat penyelidikan kasus korupsi Syahrial tidak akan naik ke tahap penyidikan.
Selain Robin, KPK juga menetapkan Syahrial dan seorang pengacara Maskur Husain menjadi tersangka karena diduga terlibat dalam mengakali kasus.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK suap icw Tanjung Balai

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top