Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cari KRI Nanggala-402, Singapura dan Malaysia Kirim Swift Rescue 

MV Swift Rescue milik Singapura diperkirakan akan tiba di lokasi pada 24 April 2021, sedangkan MV Mega Bakti dari Malaysia direncanakan tiba pada 26 April 2021.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 April 2021  |  10:52 WIB
Dokumentasi - penampakan KRI Nanggala-402 di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/2/2019). - Antara/Zabur Karuru
Dokumentasi - penampakan KRI Nanggala-402 di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/2/2019). - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, DENPASAR - Sejumlah negara sahabat yakni Singapura dan Malaysia akan mengerahkan kapal swift rescue untuk membantu pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak kemarin, Rabu (22/4/2021).

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad mengatakan MV Swift Rescue milik Singapura diperkirakan akan tiba di lokasi pada 24 April 2021. Sementara itu, MV Mega Bakti milik Malaysia direncanakan tiba pada 26 April 2021.

Menurutnya, untuk saat ini baru kapal penyelamat dari dua negera tersebut yang melakukan konfirmasi bantuan. Namun, ada juga tawaran bantuan dari sejumlah negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, Turki, India, Rusia, maupun Australia.

"Tetapi ada prosedur, tadi pagi bapak panglima sempat berkomunikasi dengan menteri luar negeri terkait security trading dan sebagainya," katanya, Kamis (22/4/2021).

Selain itu, saat ini, pihaknya juga telah mengerahkan lima kapal republik indonesia (KRI) dan 1 helikopter untuk melakukan operasi pencarian KRI Nanggala-402 dengan kekuatan lebih dari 400 orang. Salah satunya, KRI Reagle yang sebelumnya sempat dikerahkan untuk melakukan pencarian hilangnya Sriwijaya Air.

Menurutnya, selain KRI Reagle, ada pula KN Sar Wisnu yang akan membawa peralatan untuk mendeteksi hingga kedalaman 600 meter di bawah laut.

"Semua sumber daya maupun peralatan yang ada akan kita kerahkan dan bantuan semuanya untuk bisa mempercepat penemuan lokasi," sebutnya.

Posko Crisis Center akan berada di Marko Armada Dua Surabaya dan Lanal Banyuwangi. Di lokasi tersebut akan disiapkan beberapa peralatan pendukung seperti ambulans maupun Mobile Hyperbaric Chamber sebagai langkah untuk menyelamatkan kru kapal ketika penemuan berhasil dilakukan.

"Marko Armada dua sebagai crisis center sudah siapkan peralatan komunikasi, lanal banyuwangi juga siapkan ambulance dan peralatan lain," sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Angkatan Laut Singapura telah menggerakkan kapal MV Swift Rescue sebagai respons atas seruan Indonesia untuk penyelamatan Kapal Selam KRI Nanggala-402 dan 53 awaknya. Kapal khusus misi pendukung dan penyelamatan kapal selam tersebut telah bertolak dari pangkalannya di Tanah Merah, Singapura, menuju perairan Bali kemarin, Rabu (21/4/2021) sore.

MV Swift Rescue dilengkapi kemampuan Submarine Escape and Rescue (SMER). Kapal yang dibuat dan dioperasikan ST Marine, anak perusahaan Singapore Technologies Engineering, dengan nilai kontrak US$400 juta atau setara Rp5,8 triliun ini mencakup di dalamnya sebuah Submarine Rescue Vehicle (SRV) bernama Deep Search and Rescue Six (DSAR 6).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top