Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Australia dan Selandia Baru Mulai Terapkan Penerbangan Bebas Karantina

Sebelum kebijakan itu berlaku, para pelancong yang datang ke dua negara itu diminta untuk mengikuti karantina wajib setidaknya selama dua minggu.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 19 April 2021  |  07:59 WIB
Pesawat Airbus SAS A380 yang dioperasikan oleh Qantas Airways lepas landas di Bandara Sydney, Australia. - Bloomberg.
Pesawat Airbus SAS A380 yang dioperasikan oleh Qantas Airways lepas landas di Bandara Sydney, Australia. - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Australia dan Selandia Baru resmi memulai implementasi kebijakan penerbangan bebas karantina yang perdana diterapkan sejak pandemi Covid-19 pada Senin (19/4/2021) waktu setempat.

Langkah itu diambil kedua negara setelah mereka berhasil menghentikan penularan Covid-19 di wilayah mereka. Sebelum kebijakan itu berlaku, para pelancong yang datang kedua negara diminta untuk mengikuti karantina wajib setidaknya selama dua minggu, umumnya di hotel-hotel yang ditunjuk.

Dengan kebijakan tersebut, pelancong dari Australia yang datang ke Selandia Baru akan dibebaskan dari karantina wajib. Sebaliknya, kebijakan serupa berlaku bagi pelancong Selandia Baru yang datang ke Negeri Kanguru.

"Penerbangan mencerminkan kebijakan dunia yang unggul, yang membuka perjalanan sambil menjaga penularan Covid-19 di masyarakat," kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dalam pernyataan bersama. 

Setelah kebijakan ini berlaku, PM Morisson akan bertemu dengan para pemimpin negara bagian dan teritori di negara tersebut untuk berbicara tentang cara mempercepat peluncuran vaksinasi Covid-19.

Adapun, Qantas Airways Ltd. meneruskan rute penerbangan ke semua destinasi di Selandia Baru dan juga akan memulai rute baru antara Gold Coast dan Auckland.  Secara total, maskapai tersebut akan beroperasi sekitar 200 penerbangan dalam seminggu antara Australia dan Selandia Baru.

"Kami telah melihat permintaan yang kuat karena kebijakan itu diumumkan, dengan puluhan ribu pemesanan dilakukan dalam beberapa hari pertama," kata kepala eksekutif Qantas Alan Joyce dalam sebuah pernyataan Senin.

Sementara pemimpin Australia dan Selandia Baru mengatakan mereka juga mengeksplorasi peluang untuk memperpanjang perjalanan bebas karantina ke negara-negara lain di wilayah Pasifik.

"Kita bisa mengambil langkah-langkah kecil. Kita belum siap untuk mengambil langkah-langkah itu, bagi orang Australia untuk bepergian dan kembali tanpa karantina. Dalam beberapa bulan dari sekarang kita akan melihatnya," jelas Morisson.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selandia baru australia travel bubble

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top