Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fauci Berharap AS Cabut Penundaan Vaksin Johnson & Johnson

AS pekan ini menghentikan pemberian vaksin Covid-19 J&J guna menyelidiki enam kasus pembekuan darah otak yang langka, terkait dengan kadar trombosit yang rendah di dalam darah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2021  |  09:29 WIB
Anthony Fauci - istimewa
Anthony Fauci - istimewa

Bisnis.com, CHICAGO -  Regulator AS diminta segera mencabut keputusan penundaan penggunaan vaksin Johnson & Johson.

Permintaan tersebut disampaikan pakar penyakit menular kenamaan Amerika Serikat Anthony Fauci.

Ia berharap regulator AS akan segera membuat vaksin Johnson & Johnson "kembali ke jalurnya".

Hal itu dikatakan Fauci saat wawancara dengan Reuters, Kamis (15/4/2021) waktu setempat.

Pernyataan itu muncul sehari setelah panel penasihat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menunda pemungutan suara mengenai nasib vaksin J&J setidaknya selama sepekan.

Penundaan dilakukan sampai pihak panel mendapat lebih banyak data terkait risiko vaksin.

AS pekan ini memutuskan untuk menghentikan pemberian vaksin Covid-19 J&J.

Penundaan tersebut dilakukan guna menyelidiki enam kasus pembekuan darah otak yang langka, yang terkait dengan kadar trombosit yang rendah di dalam darah.

Fauci mengatakan jeda tersebut menjadi "indikasi bahwa CDC dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) sangat serius memperhatikan keamanan.

Saya berharap mereka membuat kesimpulan tentang hal ini segera, dan (vaksin itu) kembali ke jalurnya," kata Fauci.

"Saya yakin mereka akan melakukannya," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat johnson&johnson Vaksin Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top