Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kanada Buka Lowongan Penduduk Tetap untuk 90.000 Imigran

Lowongan penduduk tetap ini untuk memenuhi target imigrasi tahunan yang telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2021  |  08:45 WIB
Seorang penumpang mengenakan masker saat tiba di Bandara Pearson, tak lama setelah Toronto Public Health menerima pemberitahuan kasus dugaan pertama virus corona di Kanada, di Toronto, Ontario, Kanada 26 Januari 2020.  - Reuters
Seorang penumpang mengenakan masker saat tiba di Bandara Pearson, tak lama setelah Toronto Public Health menerima pemberitahuan kasus dugaan pertama virus corona di Kanada, di Toronto, Ontario, Kanada 26 Januari 2020. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kanada menawarkan status penduduk tetap (permanent resident) kepada sekitar 90.000 pelajar dan pekerja asing untuk pekerjaan pipa ledeng, pekerja kebersihan, dan pekerjaan kerah biru lainnya.

Lowongan penduduk tetap ini untuk memenuhi target imigrasi tahunan yang telah membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Penduduk tetap adalah seseorang yang telah diberi status izin tinggal tetap dengan berimigrasi ke Kanada, tetapi bukan warga negara Kanada dan merupakan warga negara lain, menurut situs situs pemerintah Kanada.

Pemerintah Kanada memberikan jaminan sosial yang nyaris sama dengan warga negara Kanada, seperti jaminan kesehatan, studi, hak bekerja, mendapat perlindungan hukum Kanada, dan bisa mengajukan kewarganegaraan Kanada. Penduduk tetap tidak diizinkan untuk mencoblos pemilu, mencalonkan jabatan politik, atau bekerja di bidang keamanan tingkat tinggi.

Kanada telah menyambut 70.000 penduduk tetap baru sepanjang tahun ini, menurut angka resmi pemerintah, dikutip dari Tempo dan Reuters, 15 April 2021.

Tetapi angka ini secara proporsional jauh di bawah target pemerintah tahun 2021 yaitu 401.000. Tiga perempat dari 70.000 penduduk tetap sudah tinggal di Kanada.

Target tersebut sulit dipenuhi setelah perbatasan Kanada ditutup karena Covid-19. Jadi pemerintah fokus pada kumpulan imigran yang sudah ada di dalam perbatasannya.

Program yang diumumkan Rabu kemarin mengundang 20.000 pekerja kesehatan, 40.000 pelajar internasional, dan 30.000 pekerja 'penting' dari sektor lain untuk mengajukan izin tinggal permanen.

"Ini merupakan tahun yang sangat menantang," kata Menteri Imigrasi Marco Mendicino, "ini telah menyoroti kontribusi luar biasa dari pendatang baru sementara yang sudah berada di Kanada."

Tahun lalu, Kanada hanya menambahkan 184.370 penduduk tetap baru, paling sedikit sejak 1998 dan jauh dari target 341.000.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi pemerintah, Perdana Menteri Justin Trudeau berupaya untuk menambah sekitar 1% dari populasi negara yang hampir 38 juta setiap tahun.

Mendicino menyebut undangan residensi tahun ini untuk menciptakan jalur status penduduk tetap yang lebih cepat, dan untuk pekerjaan yang bukan di bidang profesional atau teknologi tinggi yang biasanya ditargetkan Kanada.

Puluhan pekerjaan yang memenuhi syarat yang saat ini dianggap penting berkisar dari tukang ledeng dan pembersih, hingga pekerja pertanian dan pemotong daging. Mendicino mengatakan pekerjaan yang dianggap esensial sama dengan pekerjaan yang terkadang dilabeli oleh orang-orang berketerampilan rendah.

"Dari merawat manula hingga menyiapkan makanan, kami sekarang memiliki apresiasi yang lebih besar atas banyak keterampilan dan bakat serta dukungan yang diberikan oleh pekerja sementara di seluruh perekonomian kami," kata Mendicino, Globalnews melaporkan.

Pada 6 Mei 2021, departemen imigrasi akan mulai menerima hingga 50.000 permohonan dari bidang perawatan kesehatan dan pekerja penting lainnya dan 40.000 aplikasi dari mahasiswa internasional yang lulus dari institusi Kanada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanada kependudukan

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top