Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, PPP: Tak Perlu Didramatisasi

Waketum PPP Arsul Sani mengatakan isu reshuffle kabinet tidak perlu diributkan karena menjadi hal yang biasa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 April 2021  |  09:57 WIB
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. - Antara
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meminta isu reshuffle kabinet Jokowi atas dampak peleburan Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar tidak dijadikan spekulasi dan didramatisasi.

"Katakanlah yang ada di lingkaran Istana juga enggak usah seolah-olah peristiwa reshuffle itu adalah sesuatu yang pas untuk didramatisasi, saya rasa enggak usah lah," kata Arsul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu, (14/4/2021).

Arsul mengatakan isu reshuffle tidak perlu diributkan karena menjadi hal yang biasa. Yang jadi pertanyaannya, kata dia, apakah reshuffle akan diikuti dengan pergeseran atau penggantian pos lainnya.
"Hemat saya ini sesuatu yang saya kira di luar Presiden sendiri, itu enggak ada yang tahu ya. Saya kira Pak Wapres pun mungkin belum diberitahu orang-orangnya saya yakinkan seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyatakan Presiden Jokowi akan segera melantik dua menteri baru.

Pelantikan tersebut merespons peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta pembentukan Kementerian Investasi yang disetujui DPR.

Ngabalin menuturkan Jokowi akan bergerak cepat setelah DPR menyetujui rencana penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta pembentukan Kementerian Investasi. Jokowi akan segera melantik Menteri Dikbud/Ristek dan Menteri Investasi.

"DPR sudah kirim kembali surat ke presiden. Menterinya (Menristek) sudah pamit. Artinya, ada nomenklatur baru, harus dilantik lagi menterinya yang baru. SK baru," ujarnya.

Namun, Ngabalin belum bisa memastikan apakah peleburan dan pembentukan kementerian baru ini akan diikuti reshuffle kabinet. "Bahwa momentum ini akan diikuti geser sana sini, itu belum tahu, karena menjadi hak prerogatif presiden," ujar Ngabalin.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ppp Reshuffle Kabinet

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top