Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Total Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 15,5 Juta Orang

Data terbaru vaksinasi Covid-19 mencatat vaksinasi dosis pertama telah disuntikan kepada 10,26 juta penerima, sedangkan dosis kedua vaksinasi kepada 5,31 juta penerima.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 12 April 2021  |  18:18 WIB
Proses vaksinasi Covid-19 di Kota Kediri, Jawa Timur. - Antara
Proses vaksinasi Covid-19 di Kota Kediri, Jawa Timur. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan jumlah penerima vaksinasi pada Senin (12/4/2021). Total vaksinasi Covid-19 telah diberikan kepada 15,5 juta penerima.

Data terbaru vaksinasi Covid-19 mencatat vaksinasi dosis pertama telah disuntikan kepada 10,26 juta penerima. Sementara itu, dosis kedua vaksinasi telah diterima oleh 5,31 juta.

Secara terperinci, penambahan angka penerima vaksin naik 216.216 orang untuk dosis pertama dan 210.749 orang penerima dosis kedua. Sementara itu, pemerintah telah menargetkan total penerima vaksin hingga Juni 2021 mencapai 40,34 juta orang.

Pemerintah mengutamakan vaksinasi kepada para lansia dan guru selama April 2021. Kebijakan ini diambil lantaran mulai terhambatnya pasokan vaksin di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang terdampak embargo vaksin dari negara produsen. Situasi ini berpengaruh pada pasokan vaksin.

Dia menyebut seharusnya sepanjang Maret - April, total vaksin yang harus tiba di Indonesia mencapai 30 juta dosis. Namun, embargo menyebabkan dosis vaksin berkurang menjadi hanya 20 juta dosis.

“Dengan adanya vaksin di bulan April ini kita akan suntikan terutama untuk para lansia dulu. Sebagian besar di lansia, kalau ada jatah sisanya kita suntikan ke guru,” katanya melalui akun Youtube Setpres, Senin (5/4/2021).

Dia menjelaskan, data kementerian menunjukkan bahwa dari 1,5 juta orang terpapat, kelompok lansia atau di atas 60 tahun hanya 10 persen. Akan tetapi jumlah korban meninggal 50 persen dari total korban berasal dari kalangan lansia.

Selain itu, hanya 10 persen kelompok non-lansia yang terpapar kemudian masuk rumah sakit hingga wafat. Kondisi ini berbanding terbalik dengan risiko wafat bagi lansia mencapai tiga kali lipat.

Selain itu, pemerintah menjadikan para guru sebagai sasaran selanjutnya. Kebijakan ini diambil setelah belajar mengajar tatap muka direncanakan berlangsung pada Juli 2021.

“Karena memang rencananya semua guru akan divaksinasi sampai Juni, supaya supaya Juli kita mulai bertahap sekolah bisa dibuka,” tuturnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Virus Corona Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top