Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mencari Hilal Ramadan, Observatorium Bosscha Mulai Pengamatan hingga 12 April

Bosscha memakai dua teleskop untuk pengamatan hilal. Ukurannya, yaitu 106 dan 66 milimeter. Setiap teleskop akan tersambung dengan perangkat, utamanya untuk pengolahan citra sesegera mungkin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 April 2021  |  06:41 WIB
Mencari Hilal Ramadan, Observatorium Bosscha Mulai Pengamatan hingga 12 April
Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tim peneliti Observatorium Bosscha telah mulai mengamati hilal atau bulan baru pertanda datangnya bulan puasa 1 Ramadan.

Kepala Observatorium Bosscha Premana Premadi mengatakan pengamatan akan digelar selama tiga hari, 10-12 April 2021. “Dari mulai pagi sekali sampai matahari terbenam,” katanya di acara webinar tentang hilal, Sabtu (10/4/2021).

Pengamatan hari pertama, Sabtu kemarin (10/4/2021), sejak pagi didukung cuaca yang cerah di langit Lembang, lokasi Observatorium Bosscha. Premana berharap kondisi cuaca terus cerah hingga pemantauan rukyatul hilal.

“Semoga terus baik walau ada kemungkinan terhalang awan,” ujar Premana.

Bosscha memakai dua teleskop untuk pengamatan hilal. Ukurannya, yaitu 106 dan 66 milimeter. Setiap teleskop akan tersambung dengan perangkat, utamanya untuk pengolahan citra sesegera mungkin. “Terutama saat matahari terbenam supaya tahu kualitas hilalnya seperti apa,” kata dia.

Observatorium Bosscha akan menyiarkan langsung proses pengamatan hilal itu di laman resminya. Menurut Premana, observatorium hanya akan melakukan pengamatan dan mengirim datanya ke pihak berwenang. “Ada sedikit waktu jeda untuk menyiapkan datanya secara layak,” ujarnya. Ketentuan 1 Ramadan lalu akan ditentukan dalam sidang istbat yang digelar Kementerian Agama.

Peneliti di Observatorium Bosscha M. Yusuf mengatakan, pemantauan hilal sekarang ini akan menghadapi tantangan. Dari hasil pengamatan dengan teleskop baru-baru ini, ketebalan bulan sabit yang terlihat sekitar 4 persen dari Bosscha. “Bandingkan dengan waktu bulan purnama yang 100 persen,” katanya.

Kemudian untuk mengamati hilal Ramadan, bulan sabit akan semakin tipis. Hitungannya sekitar 0,14 persen dari pengamatan di Lembang. “Dari segi pengamatan akan sangat menantang,” ujarnya. Dia berharap cuaca saat penentuan hilal cerah sehingga bulan yang tipis bisa terlihat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hilal Puasa Ramadan

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top