Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Survei SMRC: Persentase Warga yang Takut Bicara Politik Meningkat

Survei SMRC itu juga melaporkan bahwa sekitar 32 persen responden mengatakan masyarakat sering atau selalu takut karena penangkapan semena-mena oleh aparat penegak hukum. 
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 07 April 2021  |  12:15 WIB
Survei SMRC: Persentase Warga yang Takut Bicara Politik Meningkat
dokumentasi - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani (kanan) menjelaskan hasil survei lembaganya disaksikan Guru Besar UI Tamrin Amal Tomagola (kiri) dan Rais Syuriyah PBNU Masdar Farid Mas'udi (tengah) saat rilis hasil survei terkait NKRI dan ISIS di Jakarta, Minggu (4/6). - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan terjadi peningkatan ketakutan di kalangan masyarakat untuk berbicara soal politik.

Survei nasional SMRC bertajuk Sikap Publik Nasional terhadap HTI dan FPI itu dilakukan pada 28 Februari - 3 Maret 2021 dengan metode wawancara ke warnaga negara yang telah berusia lebih dari 17 tahun.

Suvei ini dilakukan kepada 1.220 responden yang dipilih secara random dari populasi dengan margin of error dari survei sekitar 3,07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dikutip dari hasil survei yang diunggah laman resmi saifulmujani.com, Rabu (7/4/2021), survei itu menyebutkan bahwa sekitar 39 persen responden mengatakan bahwa masyarakat sering atau selalu takut berbicara tentang politik.

"Yang mengatakan masyarakat selalu atau sering takut bicara politik naik dari 14 persen dalam survei Juli 2009 menjadi 39 persen dalam survei Maret 2021," demikian tertulis dalam kesimpulan survei tersebut.

Selain itu, survei SMRC itu juga melaporkan bahwa sekitar 32 persen responden mengatakan masyarakat sering atau selalu takut karena penangkapan semena-mena oleh aparat penegak hukum. 

Persentase itu meningkat dibandingkan hasil survei pada Juli 2009 yang menunjukkan bahwa hanya 23 persen responden yang menyatakan demikian.

Survei SMRC juga menemukan bahwa 20 persen responden mengatakan takut mengikuti organisasi dan 11 persen takut menjalankan agama. Poin ini juga mengalami peningkatan dibandingkan survei serupa pada Juli 2009.

Pada saat itu, hanya 9 persen responden yang mengatakan takut mengikuti organisasi dan 2 persen yang takut menjalankan agama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hti smrc fpi saiful mujani research consulting
Editor : Oktaviano DB Hana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top