Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendes PDTT Dorong Desa di Kabupaten Meranti Jadi Pilot Project SGDs

Kabupaten Meranti memiliki angka kemiskinan sekitar 25,28 persen pada 2020 sehingga daerahnya menjadi salah satu termiskin di Provinsi Riau.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  17:25 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2020). ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2020). ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar siap menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai pilot project Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menciptakan desa tanpa kemiskinan.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil di Kantor Kemendes PDTT pada Selasa (16/3/2021), seperti dikutip dari laman Kemendes PDTT.

Bupati Adil menyampaikan harapannya agar ada pembangunan dan pengembangan di daerahnya yang telah ditetapkan sebagai daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.

Dia memaparkan bahwa kabupaten Meranti memiliki angka kemiskinan sekitar 25,28 persen pada 2020 sehingga daerahnya menjadi salah satu termiskin di Provinsi Riau.

Selain itu angka pertumbuhan ekonomi juga relatif rendah sekitar 1,15 persen dan tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi dan di atas rata-rata Provinsi Riau yaitu di angka 7,94 persen.

"Permasalahan di daerah kami diantaranya koneksivitas infrastruktur yang masih memprihatinkan, rendahnya kualitas SDM dan kualitas kesehatan, kemiskinan dan pengangguran, ketersediaan air bersih, digitalisasi pelayanan publik, abrasi dan kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Namun demikian, lanjut Muhammad Adil, dirinya yang baru menjabat sebagai Bupati periode 2021 - 2024 akan berupaya menyelesaikan permasalahan itu dengan menjalankan Visi dan Misi serta program strategis yakni Menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti Maju, Cerdas, dan Bermartabat di Provinsi Riau yang dijabarkan menjadi tujuh program strategis.

Perinciannya, pertama membangun infrastruktur dasar dengan membangun jalan penghubung dari desa kecamatan hingga kabupaten dan kedua, meningkatkan dan memeratakan kualitas dan kuantitas SDM melalui program Beasiswa S1 sampai S3.

Lalu ketiga, menjadikan RSUD Meranti sebagai rumah sakit rujukan dan keempat menciptakan ribuan usahawan.

Pemenuhan air bersih yang sehat dan berkualitas menjadi program kelula dan keenam pelayanan administrasi prima yang mudah, cepat, tepat dan akurat, serta ketujuh program Keluarga Harapan bagi masyarakat kurang mampu di Kepulauan Meranti.

Adil menyadari bahwa untuk mewujudkan itu semua, dirinya bersama pemkab tidak akan mampu bekerja sendiri sehingga membutuhkan kolaborasi dan dukungan semua pihak.

“Oleh karena itu, kami mohon arahan dan dukungannya agar rencana agenda pembangunan di kabupaten kami bisa terwujud. Apalagi, daerah kami menjadi daerah termiskin di Sumatera," kata Adil.

Sementara itu, Menteri Abdul Halim Iskandar yang akrab disapa Gus Menteri ini menyampaikan bahwa Kemendes PDTT akan memetakan desa-desa yang bisa dijadikan pilot project di Kabupaten Meranti.

Salah satunya di Kecamatan Pulau Merbau yang rencananya akan dijadikan sebagai pilot project untuk salah satu arah tujuan yang terdapat dalam SDGs Desa yakni desa tanpa kemiskinan.

"Kita akan lakukan pemetaan terlebih dahulu, arahnya mau dibawah kemana desa-desa yang ada di Kabupaten Meranti. Kita siap dorong agar desa-desa menjadi lebih maju dan membawa keberhasilan Kabupaten Meranti terlepas dari Kemiskinan," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau desa abdul halim Kemendes-Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top