Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UI Tambah 6 Profesor Kedokteran dan 2 Profesor Ekonomi

Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan delapan guru besar baru. Mereka terdiri atas enam orang Guru Besar Fakultas Kedokteraan (FK) serta dua orang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Maret 2021  |  09:29 WIB
Rofikoh Rokhim saat menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar FEB Universitas Indonesia, menyoroti pentingnya kolaborasi lembaga keuangan untuk peningkatan skala bisnis UMKM dan ultra mikro.  - Istimewa
Rofikoh Rokhim saat menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar FEB Universitas Indonesia, menyoroti pentingnya kolaborasi lembaga keuangan untuk peningkatan skala bisnis UMKM dan ultra mikro. - Istimewa

Bisnis.com, DEPOK - Melalui acara pengukuhan yang berlangsung secara hybrid, Universitas Indonesia menambah jumlah profesor yang dimilikinya.

Hal itu terjadi setelah Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan delapan guru besar baru. Mereka terdiri atas enam orang Guru Besar Fakultas Kedokteraan (FK) serta dua orang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro dalam keterangannya, Minggu (14/3/2021) mengatakan pengukuhan Guru Besar tahun ini dilaksanakan secara hybrid.

Acara pengukuhan yang berlangsung merupakan perpaduan antara aktivitas virtual dan luring (offline) di kampus UI Depok dan Salemba.

Kegiatan Pengukuhan enam guru besar Fakultas Kedokteraan (FK) dan dua Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang berlangsung secara hybrid./Antara/Humas UI)

Pada sesi pertama dikukuhkan empat profesor, yaitu Prof. dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, SpP(K) sebagai Guru Besar Tetap FK UI dengan kepakaran bidang ilmu pulmonologi dan kedokteran respirasi, Prof. dr. Muchtaruddin Mansyur, MS, PKK, PGDRM, SpOk., Ph.D sebagai Guru Besar bidang ilmu kedokteran okupasi.

Selanjutnya Prof. Dr. Budi Frensidy, S.E., Ak., M.Com sebagai Guru Besar Tetap FEB UI bidang ilmu keuangan dan pasar modal dan Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., S.I.P., D.E.A., Ph.D sebagai Guru Besar Tetap bidang ilmu perbankan dan keuangan.

Pada sesi kedua dikukuhkan empat profesor FK UI, yakni Prof. Dr. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, Sp.A(K) sebagai Guru Besar Tetap FK UI dengan kepakaran bidang ilmu kesehatan anak, Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) sebagai Guru Besar Tetap bidang ilmu kesehatan anak.

Berikutnya Prof. Dr. dr. Pramita Gayatri, Sp.A(K) sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Gastrohepatologi Anak, dan Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.) sebagai Guru Besar bidang ilmu kesehatan anak.

Prof. Elisna menjadi Guru Besar Tetap UI ke-9 dalam bidang ilmu pulmonologi dan kedokteran respirasi yang diangkat pada tahun 2021.

Pada pengukuhan ini Elisna membacakan pidato berjudul “Paradigma Baru Kanker Paru: Sebuah Penyakit Kronik”.

Menurutnya, dengan paradigma baru, target pengobatan adalah mengontrol kanker paru. Pendekatan paliatif pada tatalaksana pasien kanker paru membuat target optimis, yaitu target sembuh dalam arti kanker hilang komplit tanpa menjalani pembedahan.

Target pengobatan kanker paru tahap lanjut adalah dapat mengontrol penyakitnya dan hidup yang berkualitas pada penyintasnya.

"Di hulu (fase inisiasi dan promosi adalah fase sebelum sel kanker terbentuk) kita dapat melakukan penurunan jumlah kasus baru kanker paru dengan mengendalikan faktor risiko," katanya.

Satu hal yang pasti, faktor risiko utama kanker paru adalah paparan asap rokok, tetapi ada beberapa faktor risiko lain yang perlu diperhatikan, di antaranya riwayat TB paru, riwayat kanker dalam keluarga, dan paparan zat karsinogen di lingkungan tempat kerja.

Di hilir, usaha yang dapat dilakukan adalah untuk meningkatkan angka harapan hidup penderita maka perlu dilakukan deteksi dini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top