Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uni Eropa Bantah Terlibat Nasionalisme Vaksin Covid-19

Uni Eropa mendapat kecaman di dalam negeri, karena peluncuran vaksin jauh lebih lambat daripada bekas anggota UE Inggris atau Amerika Serikat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  07:25 WIB
Uni Eropa Bantah Terlibat Nasionalisme Vaksin Covid-19
Seorang pasien menerima suntikan pertama dari dua suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech di ruang operasi di Wolverhampton, Inggris, Senin (14/12/2020). - REUTERS/Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Dewan Eropa Charles Michel menolak tuduhan "nasionalisme vaksin" yang dilontarkan terhadap Uni Eropa (UE) dengan mengatakan, bahwa meski Inggris dan Amerika Serikat (AS) melarang ekspor vaksin Covid-19, Uni Eropa tidak berhenti mengekspornya.

Uni Eropa mendapat kecaman di dalam negeri, karena peluncuran vaksin jauh lebih lambat daripada bekas anggota UE Inggris atau Amerika Serikat. Blok itu dinilai tidak menyebarkan vaksin sebanyak yang dilakukan China, Rusia atau India ke negara-negara miskin.

UE pekan lalu mengganggu pembeli vaksin di luar negeri dengan mendukung keputusan Italia untuk menghentikan pengiriman ke Australia.

Inggris dengan cepat membalas komentar Michel, yang mewakili 27 negara anggota Uni Eropa, dengan menyatakan tidak memblokir ekspor vaksin Covid-19.

"Setiap tuduhan tentang larangan ekspor oleh Inggris atau pembatasan vaksin sama sekali salah," kata juru bicara pemerintah Inggris seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (10/3/2021).

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab telah meminta Michel untuk "meluruskan" isu itu dan perwakilan dari delegasi Uni Eropa untuk Inggris telah dipanggil untuk  melakukan pertemuan, kata para pejabat mengkonfirmasi.

"Senang jika reaksi Inggris mengarah pada kondisi yang lebih banyak transparan dan peningkatan ekspor ke UE dan negara ketiga," kata Michel dalam tweet pada Selasa (9/3/2021) malam.

Sengketa itu muncul setelah Michel menerbitkan pernyataan panjang pada Selasa sore yang membela strategi blok tersebut. Dia mengatakan, bahwa tanpa Eropa, tidak mungkin mengembangkan dan memproduksi beberapa vaksin dalam waktu kurang dari satu tahun.

Selain itu, solidaritas UE telah memastikan bahwa negara-negara yang lebih miskin di blok itu menerima dosis pertama mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa Vaksin Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top