Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1 Tahun Covid-19: Proses Tracing Masih Rendah, Ini Kata Wamenkes

Proses tracing menjadi pekerjaan rumah besar mengingat Indonesia belum mendapatkan rasio yang menjadi standar WHO sebanyak 30 orang pada setiap satu orang yang terinfeksi.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  12:31 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono / Youtube Setpres
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan akan fokus meningkatkan 3T (testing, tracing, treatment) seiring dengan berjalannya pandemi Covid-19 selama setahun terakhir.

Wamenkes mengatakan tracing menjadi pekerjaan rumah besar mengingat Indonesia belum mendapatkan rasio yang menjadi standar WHO sebanyak 30 orang pada setiap satu orang yang terinfeksi.

Untuk itu, pemerintah terus meningkatkan jumlah laboratorium untuk meningkatkan testing dan tracing kasus Covid-19. Saat ini sudah ada 637 laboratorium yang sudah dapat melakukan konfirmasi kasus positif dengan PCR test.

“Dengan proses tracing tersebut, kita harapkan tingkat kematian juga turun karena pasien datang ke rumah sakit dalam stadium yang dapat diobati sehingga dapat mencegah kematian,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, pada Selasa (9/3/2021).

Kendati demikian, Wamenkes mengingatkan bahwa meningkatkan tracing akan diikuti dengan kenaikan jumlah kasus karena orang-orang yang sebelumnya tidak mempunyai gejala Covid-19 datang ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan,

“Yang harus kita lihat adalah flattening the curve [mendatarkan kurva] setelah kita melakukan ekspansi laboratorium yang semakin baik. Kita harus melakukan testing yang lebih masif lagi untuk mengurangi [penambahan kasus],” ungkapnya.

Pemerintah telah melatih sekitar 80.000 Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dan Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Polri yang dapat menggantikan tenaga surveilans di puskesmas yang jumlahnya sangat sedikit.

Mereka adalah tenaga tracer yang akan digunakan untuk mencari kasus baru. “Kalau 80.000 orang kita sebar ke 10.000 puskesmas di Indonesia, maka proses tracing akan jadi lebih baik,” pungkasnya.

Adapun dari segi pengobatan atau treatment, Dante meyakini para dokter telah melakukan evaluasi pengelolaan dan pengobatan Covid-19 berdasarkan bukti (evidence based) dari pengalaman selama setahun terakhir.

Diperlukan komitmen dari pemerintah dalam melakukan distribusi obat yang merata untuk menjamin tingkat kematian lebih rendah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri kesehatan Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top