Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBY Malu & Mohon Ampun Pernah Berikan Jabatan kepada Moeldoko

SBY menyebut tindakan Moeldoko mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  22:25 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan arahan kepada para pemimpin dan kader Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021 / Youtube Partai Demokrat
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan arahan kepada para pemimpin dan kader Partai Demokrat, Rabu, 24 Februari 2021 / Youtube Partai Demokrat

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa malu dan bersalah pernah memberikan jabatan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

SBY memberikan keterangan pers terkait gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum.

Dalam penjelasannya Jumat (5/3/2021) malam, dia mengatakan sejarah mengabadikan apa yang terjadi di negara ini. Menurutnya, banyak yang tercengang dan tidak percaya bahwa KSP Moeldoko benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta.

“Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap ksatria dan nilai-nilai moral,” ujarnya.

SBY menyebut tindakan Moeldoko mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun kehadirat Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa, atas kesalahan saya itu,” jelasnya.

SBY mengatakan Moeldoko telah mendongkel dan merebut kepemimpinan dari Ketua Umum Demokrat yang sah, yakni Agus Harimurti Yudhoyono, yang setahun lalu telah diresmikan oleh negara dan pemerintah. AHY juga telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo ihwal dugaan keterlibatan anak buahnya dalam penggulingan kepemimpinan Partai Demokrat


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sby partai demokrat moeldoko
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top