Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lagi, Kader Demokrat Sindir Jokowi soal Isu Kudeta

Andi Arief menyindir sikap Jokowi yang terkesan membiarkan dugaan upaya kudeta Partai Demokrat yang dilakukan oleh Moeldoko.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Maret 2021  |  10:23 WIB
Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid/19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 30 November 2020 / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas laporan Komite Penanganan Covid/19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 30 November 2020 / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief kembali berkicau soal dugaan keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko pada upaya kudeta Partai Demokrat. Dia juga menyinggung sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam perkara ini.

Dia menyindir sikap Presiden Jokowi yang terkesan membiarkan dugaan upaya kudeta yang dilakukan oleh Moeldoko. Padahal kata dia, Presiden sempat mengajak bicara Demokrat saat membahas isu terkait masa depan demokrasi.

“Soal UU Pemilu [termasuk Pilkada] yang menyangkut masa depan demokrasi Demokrat diajak Jokowi bicara, soal pengambilalihan paksa Demokrat oleh Pak Moeldoko ada pembiaran. Padahal pengambilalihan potensi [berdampak] horizontal dan bisa [menyebabkan] pertumpahan darah kalau kita ikuti sejarah. Atau by design?” cuit Andi Arief melalui akun @Andiarief_ Selasa (2/3/2021).

Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa Partai Demokrat akan terus berjuang terkait UU Pemilu yang demokratis dan menjadi amanat reformasi. Menurutnya, hal itu akan dilakukan meski Demokrat merupakan minoritas di parlemen.

Adapun, terkait upaya merebut paksa Partai Demokrat, pihaknya percaya bahwa Jokowi sudah menegur Moeldoko.

"Soal pengambil paksa Demokrat kami percaya Pak Jokowi sudah menegur Pak Moeldoko. Cuma apakah tegurannya karena bertentangan dengan demokrasi atau karena gagal," ujarnya.

Serangan kepada Moeldoko telah dilancarkan oleh sejumlah kader Partai Demokrat tidak lama setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan ada upaya kudeta yang dilakukan terhadap dirinya dan melibatkan sosok di lingkar penguasa.

Selain itu, upaya kudeta tersebut juga melibatkan sejumlah kader aktif hingga mantan pengurus partai berlambang bintang mercy tersebut. Teranyar, AHY memecat sejumlah nama yang dinilai telah dianggap berupaya menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Mereka adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya. Selain itu, Demokrat juga memecat anggota Partai Demokrat Marzuki Alie.

Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengingatkan bakal mengambil langkah apabila terus menerus dikaitkan dengan upaya kudeta Partai Demokrat.

Dia meminta elit Demokrat berhenti menekannya. Namun, bila tindakan ini terus dilakukan, dia mengancam akan mengambil langkah-langkah tertentu yang diyakini. Kendati demikian, tidak dijelaskan lebih detail perihal tindakan yang akan dilakukannya.

“Saya ingin mengingatkan semua ya, saya ingin mengingatkan karena saya bisa sangat mungkin melakukan langkah-langkah yang saya yakini. Jadi saya berharap jangan menekan saya,” kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (25/2/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi partai demokrat kudeta moeldoko
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top