Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Izinkan Pfizer Simpan Vaksin Covid-19 pada Pendingin Bersuhu Normal

Pfizer Inc. dan BioNTech SE pekan lalu meminta FDA untuk mengizinkan vaksin Covid-19 mereka disimpan selama dua minggu pada suhu freezer farmasi normal.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  05:59 WIB
Vaksin Pfizer dan BionTech
Vaksin Pfizer dan BionTech

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Amerika Serikat dikabarkan telah memberikan izin kepada Pfizer Inc. untuk menyimpan vaksin pada suhu pendingin atau freezer yang normal.

Hal itu dikabarkan AFP News Agency melalui Twitter resminya, @AFP, Jumat (26/2/2021) 4.49 WIB. "AS mengizinkan penyimpanan vaksin Pfizer pada temperatur pendingin normal," demikian tertulis pada akun Twitter tersebut.

Pada pekan lalu, tepatnya Jumat (19/2/2021) Bloomberg melansir bahwa Pfizer Inc. dan BioNTech SE meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau FDA untuk mengizinkan vaksin Covid-19 mereka disimpan selama dua minggu pada suhu freezer farmasi normal. Perubahan izin ini dinilai dapat menyederhanakan distribusi vaksin dan implementasi vaksinasi.

Dalam pernyataan resminya, Pfizer mengaku bahwa para mitranya telah mengirimkan data baru yang menunjukkan stabilitas ketika vaksin disimpan pada suhu minus 25 hingga minus15 derajat Celcius (-13 derajat Fahrenheit hingga 5 derajat Fahrenheit).

Protokol yang berlaku saat ini adalah vaksin disimpan hingga enam bulan dalam freezer ultra-dingin pada suhu minus 80 derajat Celsius hingga minus 60 derajat Celsius dan dikirim dalam wadah termal khusus.

“Jika disetujui, opsi penyimpanan baru ini akan menawarkan apotek dan pusat vaksinasi fleksibilitas yang lebih besar dalam cara mereka mengelola pasokan vaksin mereka,” kata Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla.

Sementara itu, CEO BioNTech Ugur Sahin mengatakan pihaknya akan terus mencari formulasi baru untuk membuat vaksin lebih mudah diangkut dan digunakan.

Penyimpanan dingin yang diperlukan untuk vaksin yang menggunakan teknologi messenger RNA merupakan salah satu faktor rumit untuk penggerak inokulasi, terutama di negara-negara tanpa infrastruktur yang diperlukan. Botol vaksin Pfizer-BioNTech dikirim dalam wadah termal yang dirancang khusus, yang dapat digunakan sebagai freezer ultra-dingin darurat selama 30 hari jika diisi ulang secara berkala dengan es.

Vaksin mRNA Moderna Inc. stabil pada suhu minus 20 derajat Celsius selama enam bulan dan dapat disimpan pada suhu lemari es selama 30 hari. Sebaliknya, vaksin AstraZeneca Plc -yang menggunakan teknologi berbeda- dapat disimpan pada suhu lemari es selama enam bulan.

Sebelum dicampur dengan pengencer garam, vaksin Pfizer-BioNTech juga dapat disimpan di lemari es selama lima hari pada suhu 2 derajat Celsius hingga 8 derajat Celsius. Vaksin diberikan pada suhu kamar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pfizer Vaksin Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top