Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dugaan Korupsi BPJS TK: Kejagung Periksa Bos Sekuritas

Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa petinggi salah satu sekuritas terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS Ketenagakerjaan (TK).
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  19:14 WIB
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa petinggi salah satu sekuritas terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK).
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan yang bersangkutan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dalam perkara korupsi yang menjerat BPJS TK tersebut. 
 
Tim penyidik Kejagung juga telah memeriksa saksi lainnya, yaitu dealer dari PT Samuel Asset Management Isna, PIC PT Schroder Investment Management Louise Widjaja, Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia Irwanti, dan Deputi Direktur Pasar Modal BPJS TK Kuntjoro.
Ada pula, Direktur PT UOB Kay Hian Sekuritas Yacinta F Tjang, PIC PT Indo Premier Sekuritas inisial A, dan Kepala Urusan Pengelolaan Aset dalam Pengawasan Khusus BPJS TK tahun 2017 berinisial NHP.
 
"Semuanya diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi PT BPJS TK," tuturnya, Rabu (17/2/2021).
 
Leonard menjelaskan alasan tim penyidik Kejagung periksa delapan orang saksi tersebut untuk mencari fakta hukum terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK sekaligus mengumpulkan alat bukti.

Sebelumnya, penyidik Kejagung menemukan dugaan kerugian negara mencapai Rp20 triliun dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah menyebut, bahwa angka tersebut masih belum final, karena tim penyidik masih terus menghitung kerugian negara akibat perkara korupsi BPJS TK tersebut.

 
"Para saksi diperiksa dalam rangka mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti kasus BPJS TK," katanya.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung bpjs ketenagakerjaan mirae
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top