Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dugaan Korupsi BPJS TK, Kejagung Periksa Dirut Samuel Asset Management

Dirut PT Samuel Asset Management Agus Basuki Yanuar diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  19:40 WIB
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Logo Kejaksaan RI di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT Samuel Asset Management Agus Basuki Yanuar terkait perkara korupsi PT BPJS Ketenagakerjaan (TK).

Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan Agus Basuki Yanuar diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK.

Selain itu, menurut Leonard, saksi dari swasta lain yang telah diperiksa tim penyidik Kejagung adalah Dealer PT Kresna Sekuritas berinisial FL, Direktur Operasional dan Keuangan PT Danareksa Investment Management Egi Indrawati S dan Head of Product PT Schroder Investment Management Indonesia Vina Damayanti.

Kemudian, dari pihak BPJS TK yang diperiksa tim penyidik Kejagung adalah Deputi Direktur Bidang Pasar Modal BPJS TK Purwaning Isdiani, Dealer Pasar Uang BPJS TK berinisial CT, Asisten Deputi Bidang Pasar Uang BPJS TK berinisial IH serta Deputi Direktur Bidang Investasi Langsung BPJS TK berinisial HK.

"Semuanya diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya, Selasa (16/2/2021).

Menurutnya, alasan tim penyidik Kejagung periksa para saksi itu adalah untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK. "Untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti," katanya.

Sebelumnya, penyidik Kejagung menemukan dugaan kerugian negara mencapai Rp20 triliun dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah menyebut, bahwa angka tersebut masih belum final, karena tim penyidik masih terus menghitung kerugian negara akibat perkara korupsi BPJS TK tersebut.

"Masih belum final, sementara ini dugaan nilai kerugian mencapai Rp20 triliun ya," tutur Febrie kepada Bisnis, Sabtu (13/2/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi kejagung bpjs ketenagakerjaan
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top