Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PT BMS Pesan Kantong Udara GeNose dari Malaysia Senilai Rp168 Miliar

Pesanan tersebut diperoleh melalui anak usahanya KPower melalui KPower Healthcare & Technologies Sdn. Bhd. pasa 15 Februari 2021.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  13:43 WIB
Calon penumpang kereta api menyerahkan kantong tes deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 kepada petugas kesehatan untuk diperiksa di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). - Antara
Calon penumpang kereta api menyerahkan kantong tes deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 kepada petugas kesehatan untuk diperiksa di Stasiun Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/2/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — KPower Berhad memperoleh pesanan pengadaan kantong udara/kantong bernapas untuk mesin uji Covid-19 yakni GeNose dari PT Biotech Maju Sejahtera senilai US$12,02 juta atau lebih kurang setara dengan Rp168 miliar.

Dalam laporannya kepada Bursa Malaysia, Selasa (16/2/2021), KPower menyatakan bahwa pesanan tersebut diperoleh melalui anak usahanya KPower melalui KPower Healthcare & Technologies Sdn. Bhd. pasa 15 Februari 2021.

“PT BMS akan melakukan pembayaran ke KPHealthTech dalam waktu empat puluh (40) hari sejak tanggal perlengkapan kantomng udaradan GeNose Covid-19 tiba di lokasi pengiriman.”

Adapun, putusan akan berlaku efektif untuk jangka waktu 12 bulan sejak tanggal penerimaan pesanan.

Alat pendeteksi virus Corona atau Covid-19 bernama GeNose merupakan sebuah inovasi telah dikembangkan peneliti dari Universitas Gadjah Mada. Perangkat yang dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan ini dijuluki sebagai teknologi pengendus Covid-19 ini mendeteksi virus melalui napas pasien.

Salah satu peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM Dian Kesumapramudya Nurputra menerangkan bahwa GeNose memberi hasil yang lebih cepat dan akurat daripada metode rapid test yang digunakan selama ini. Menurutnya, tes PCR memang akurat tetapi waktu atau proses pengecekannya relatif lama dan berbiaya mahal.

"Oleh karena itu kami mengembangkan GeNose, yang cepat dan akurat,” ujar dia dalam acara ‘Serah Terima Alat GeNose dari UGM dan Konsorsium kepada Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional’ yang digelar daring, Kamis (24/9/2020).

GeNose dikembangkan atas kerja sama berbagai disiplin ilmu. Selain Dian, mereka yang terlibat adalah Kuwat Triyana dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM, Ahmad Kusumaatmaja FMIPA UGM, Mohamad Saifudin Hakim FKKMK UGM, dan mitra industri yang berkomitmen dalam melakukan hilirisasi hasil riset dan inovasi kampus.

GeNose bekerja dengan mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas pasien. Napas pasien diambil diindera melalui sensor-sensor, kemudian diolah datanya dengan bantuan AI untuk deteksi dan pengambilan keputusan.

“Awalnya hasil tes bisa keluar dalam waktu tiga menit, sekarang kurang lebih bisa dua menit, bahkan 80 detik,” kata Dian yang juga merupakan dokter spesialis anak.

GeNose menjadi inovasi pertama di Indonesia untuk deteksi Covid-19 yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis waktu nyata.

Alat ini juga disebut mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem, sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Genose
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top