Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendikbud Nadiem: Kemitraan SMK dan Industri Jangan Sebatas Teken MoU

Industri dituntut untuk melakukan kerja sama hingga menyerap lulusan SMK.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  05:43 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Kota dan Kabupaten Sorong. - Dok.Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim berkunjung ke Kota dan Kabupaten Sorong. - Dok.Kemendikbud

Bisnis.com, JAKARTA - Revitalisasi pendidikan vokasi menjadi salah satu program kerja prioritas Kemendikbud pada 2021.

Saat melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta Pelayaran Ampari, Kota Sorong, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menekankan link and match pendidikan vokasi dan industri tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama (MoU) belaka.

Lebih dari itu, industri dituntut untuk melakukan kerja sama hingga menyerap lulusan SMK.

"Kemitraan SMK dengan industri jangan sebatas MoU. Kemitraan haruslah sampai lulusan SMK diserap oleh industri,” ujar Nadiem di SMK Pelayaran, pada Jumat (12/2/2021).

Untuk memuluskan program link and match vokasi dengan industri tersebut, Nadiem mendorong adanya bimbingan dari perguruan tinggi.

Ini penting, kata Mendikbud, karena SMK kerap kali kesulitan mencari mitra industri.

"Universitas yang membina beberapa SMK, akan lebih mudah menemukan kemitraan dengan industri," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud juga menekankan pentingnya asesmen nasional (AN) yang akan digelar tahun ini.

Dia mengatakan, bahwa AN diharapkan dapat mendorong kemampuan literasi dan numerasi para siswa SMK.

 "Kemampuan berbicara yang lugas, kemampuan memecahkan masalah, dan kecakapan numerasi bisa dibilang sangat penting dimiliki lulusan SMK jika ingin terserap di dunia kerja,” ujar Mendikbud.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto menegaskan, bahwa lulusan SMK dituntut tidak hanya mengusai keahlian yang bersifat teknis atau hard skill, namun juga soft skill seperti kedisiplinan, sikap, dan karakter.

Oleh karena itu, Wikan akan meminta Politeknik Maritim Semarang (Polimarin) untuk menjadi kakak pendamping bagi SMK Pelayaran Ampari demi menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Wikan berharap, SMK di seluruh Indonesia tidak mengenyampingkan pendidikan karakter, sehingga lulusan SMK bisa bersaing di dunia usaha, dunia industri, dunia kerja (Iduka).

"Karakter, kedisiplinan, dan sikap itu diciptakan dalam enam semester pembelajaran. Bisa saja dari enam semester itu, tiga semester dipelajari sambil magang," kata Wikan.

Pada kunjungan kerjanya ke Provinsi Papua Barat, Nadiem juga melakukan kunjungan ke SMK Negeri 3 Kota Sorong dan berdiskusi dengan para kepala sekolah, guru, dan siswa.

Kepada para kepala sekolah, Mendikbud menekankan pentingnya menanamkan pola pikir  kewirausahaan bagi para siswa.

"SMK yang unggul bukan yang hanya berpikir tentang sistem pendidikan, tapi juga kewirausahaan. Buatlah produk hebat dan menjual. Dengan begitu kita bisa menghasilkan SDM yang inovatif. Saya mengajak para kepala sekolah, guru dan siswa, untuk bisa membayangkan bahwa kita adalah wirausahawan," tambah Nadiem.

Pada kesempatan yang sama, Wikan Sakarinto juga mendorong SMK untuk segera melakukan link and match dengan industri melalui program pernikahan massal vokasi-industri. 

Dia mengajak SMK untuk menggandeng perguruan tinggi vokasi (PTV), baik universitas yang memiliki program studi diploma maupun politeknik. Kerja sama tersebut bertujuan membuka berbagai kerja sama lebih jauh, antara lain SMK Jalur Cepat dan program mentoring.

"Mahasiswa D4 Alat Berat di UGM, misalnya, bisa satu semester menjadi instruktur di sini untuk memperkuat SMKN 13 Kota Sorong. Dengan demikian, bisa terkuak potensi yang belum ketemu," imbuh Wikan.

Sebagai pemicu untuk meningkatkan link and match vokasi-industri, pemerintah juga menjanjikan insentif supertax deduction yang akan memberikan keuntungan bagi industri.

"Supertax deduction ini bisa menjadi pendanaan yang tidak ada batasnya," ucap Wikan.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smk Pendidikan Vokasi Nadiem Makarim
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top