Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Belasan Anggota Dewan Positif Covid-19, Parlemen Ditutup Tiga Minggu

Presiden Nana Akufo-Addo telah memperingatkan bahwa tingkat infeksi meroket dan berpotensi membuat sistem kesehatan Ghana kewalahan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  06:55 WIB
Belasan Anggota Dewan Positif Covid-19, Parlemen Ditutup Tiga Minggu
Ilustrasi - Relawan membagikan bingkisan di Pasar Agbogbloshie, Accra, 4 April 2020. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, ACCRA - Wabah virus Corona penyebab Covid-19 membuat parlemen Ghana terpaksa ditutup hingga tiga pekan.

Pangkal penyebabnya karena 17 anggota dewan serta 151 anggota staf terinfeksi virus Corona.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Legislatif Ghana, Selasa (9/2/2021).

Sebelumnya, Presiden Nana Akufo-Addo telah memperingatkan bahwa tingkat infeksi meroket dan berpotensi membuat sistem kesehatan Ghana kewalahan.

Peringatan Presiden Ghana pada bulan lalu tersebut menandai terjadinya gelombang kedua pandemi di seluruh Afrika yang jauh lebih serius dari yang pertama.

"Terkait dengan peningkatan kasus virus corona di DPR ... Saya, usai berkonsultasi dengan para pimpinan, memutuskan bahwa sidang DPR dihentikan selama tiga pekan," kata ketua DPR Alban Bagbin kepada parlemen.

Namun, menurutnya, komite penunjukan parlemen masih akan bertemu guna mempertimbangkan pencalonan menteri Akufo-Addo, yang kembali terpilih pada Desember.

Ghana melaporkan 72.328 infeksi dan 472 kematian COVID-19, termasuk angka tertinggi di Afrika Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ghana afrika Virus Corona Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top