Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biden Akhiri Dukungan AS untuk Operasi Militer Arab Saudi di Yaman

Perang saudara Yaman telah merenggut puluhan ribu nyawa, termasuk sejumlah besar warga sipil, dan menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 05 Februari 2021  |  07:51 WIB
Asap mengepul di Bandara Aden, Yaman setelah sejumlah ledakan muncul sesaat setelah rombongan kabinet Yaman mendarat di Bandara tersebut, 30 Desember 2020. /-Saleh Al-Obeidi/AFP/Getty Images - Bloomberg
Asap mengepul di Bandara Aden, Yaman setelah sejumlah ledakan muncul sesaat setelah rombongan kabinet Yaman mendarat di Bandara tersebut, 30 Desember 2020. /-Saleh Al-Obeidi/AFP/Getty Images - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan diakhirinya dukungan AS untuk serangan militer yang dipimpin Arab Saudi di Yaman sebagai pertanda negara itu akan lebih aktif dalam upaya mengakhiri perang saudara di negara tersebut.

"Perang telah menciptakan bencana kemanusiaan," kata Biden kepada para diplomat dalam kunjungan pertamanya ke Departemen Luar Negeri sebagai presiden seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (5/2/2021).

Dia menambahkan, bahwa perang tersebut harus diakhiri.

“Pada saat yang sama, Arab Saudi menghadapi serangan rudal, serangan UAV (drone) dan ancaman lain dari pasukan yang disuplai Iran di banyak negara. Kami akan terus mendukung dan membantu Arab Saudi mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial serta rakyatnya," ujar Biden.

Sementara itu, Arab Saudi menyambut baik pernyataan Biden, terutama komitmennya untuk pertahanan negara dan mengatasi ancaman, menurut kantor berita negara tersebut.

Berakhirnya dukungan AS untuk serangan itu tidak akan memengaruhi operasi AS terhadap kelompok Alqaeda yang berbasis di Yaman, kata penasehat keamanan nasional Jake Sullivan.

Perang saudara Yaman telah merenggut puluhan ribu nyawa, termasuk sejumlah besar warga sipil, dan menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Biden juga mengumumkanTimothy Lenderking sebagai utusan khusus untuk Yaman.

Lenderking memiliki pengalaman yang luas dalam menangani Yaman dan Teluk. Dia menjadi wakil asisten menteri luar negeri untuk urusan Teluk dan bertugas di kedutaan AS di Riyadh.

Kebijakan atas Yaman adalah salah satu dari serangkaian perubahan yang ditetapkan Biden yang menurutnya akan menjadi bagian dari arah koreksi kebijakan luar negeri AS.

Presiden Donald Trump sebelumnya sering membantu para pemimpin otoriter di luar negeri atas nama stabilitas.

Pengumuman tentang Yaman itu adalah untuk memenuhi janji kampanyenya. Biden menyoroti krisis kemanusiaan besar yang telah diperburuk oleh Amerika Serikat. Kebijakan itu juga sebagai peringatan kepada Arab Saudi, raksasa minyak global dan mitra strategis AS.

Sullivan menegaskan kembali janji Biden, yang dibuat selama kampanye Pemilihan Presiden 2020, bahwa dia akan membatasi dukungan AS untuk serangan militer Arab Saudi di Yaman, termasuk mengakhiri perjanjian senjata.

“Kebijakan ini meluas ke jenis operasi militer yang telah mengabadikan perang saudara di Yaman dan telah menyebabkan krisis kemanusiaan,” kata Sullivan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi yaman Joe Biden
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top