Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Myanmar Tutup Bandara Internasional di Yangon Hingga Akhir Mei

Manajer bandara Phone Myint mengatakan bandara internasional di Yangon, yang merupakan gerbang masuk utama ke negara itu, resmi ditutup sejak Selasa (2/2/2021).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Februari 2021  |  00:31 WIB
Personel militer berjaga di titik pemeriksaan di jalan yang menuju kompleks gedung Parlemen di Ibu Kota Naypritaw, Myanmar, Senin (1/2/2021). Junta Militer Myanmar yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing mengumumkan pengambilalihan kekuasaan dan pemberlakuan status darurat nasional selama setidaknya satu tahun/Antara Foto/Reuters-Stringer - wsj.
Personel militer berjaga di titik pemeriksaan di jalan yang menuju kompleks gedung Parlemen di Ibu Kota Naypritaw, Myanmar, Senin (1/2/2021). Junta Militer Myanmar yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing mengumumkan pengambilalihan kekuasaan dan pemberlakuan status darurat nasional selama setidaknya satu tahun/Antara Foto/Reuters-Stringer - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Myanmar akhirnya menutup akses masuk ke negara tersebut sehari setelah militer mengkudeta pemerintahan dan menangkap sejumlah pejabat tinggi, termasuk Aung San Suu Kyi.

Dilansir Antara, Manajer bandara Phone Myint mengatakan bandara internasional di Yangon, yang merupakan gerbang masuk utama ke negara itu, resmi ditutup, Selasa (2/2/2021).

Menurutnya, bandara akan ditutup sampai Mei 2021. Namun, dia tidak menyebutkan sampai tanggal berapa penutupan bandara akan berlaku.

Namun, surat kabar Myanmar Times melaporkan bahwa izin mendarat dan tinggal landas sudah dicabut bagi semua pesawat, termasuk pesawat untuk kepentingan bantuan.

Larangan mendarat dan tinggal landas itu, lapor Myanmar Times, berlaku hingga 31 Mei pukul 23:59 waktu setempat.

Sebelumnya diberitakan, Militer Myanmar menangkap pemimpin Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, dan sejumlah pemimpin politik lain dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dalam penyerbuan pada Senin fajar.

Otoritas militer mengumumkan bahwa kekuasaan pemerintah telah dialihkan kepada pimpinan pasukan bersenjata, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, seiring dengan penahanan para tokoh politik yang masih dilakukan dan disebut sebagai respons atas kecurangan pemilu tahun lalu.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menyatakan keprihatinannya atas situasi politik yang memanas di Myanmar

"Indonesia sangat prihatin atas perkembangan politik terakhir di Myanmar," demikian pernyataan resmi RI seperti diunggah Kemenlu di akun Twitter resminya, @Kemlu_RI, (1/2/2021) 11.57 WIB.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

myanmar kudeta aung san suu kyi

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top