Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mahfud MD Buka Suara Soal Tudingan Restui Kudeta Partai Demokrat

Menko Polhukam Mahfud MD akhirnya menyampaikan tanggapan terkait isu upaya ambil alih paksa Partai Demokrat oleh orang yang berada di lingkaran istana.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 02 Februari 2021  |  09:59 WIB
Mahfud MD Buka Suara Soal Tudingan Restui Kudeta Partai Demokrat
Menko Polhukam Mahfud MD menjadi pembicara kunci saat seminar nasional untuk memperingati HUT Ke-6 Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Jakarta, Selasa (15/12/2020). Seminar tersebut membahas tema Pengelolaan Perbatasan Laut Republik Indonesia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD akhirnya menyampaikan tanggapan terkait isu upaya ambil alih paksa Partai Demokrat oleh orang yang berada di lingkaran istana.

Hal itu mencuat setelah adanya pernyataan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang menyebut bahwa adanya gerakan politik inkonstitusional dari lingkar satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencoba mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat.

Malahan, AHY mengatakan, gerakan itu juga telah mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di dalam pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Mahfud menegaskan bahwa dirinya tidak pernah merestui hal tersebut. Bahkan, dirinya juga tidak pernah membicarakan hal tersebut dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko maupun pihak lainnya.

"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, trmsk Menkopolhukam Mahfud MD, merestui Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB. Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak prnh berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain," ujar Mahfud seperti dikutip dari media sosial twitter, Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut, Mahfud mengaku bahwa tidak pernah berpikir untuk mengambil alih secara paksa Partai Demokrat, apalagi merestui upaya tersebut."

"Terpikir saja tidak, apalagi merestui," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti Partai Demokrat dikudeta seperti itu.

"Jabatan menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid," kata Mahfud.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY membeberkan adanya gerakan politik inkonstitusional dari lingkar satu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mencoba mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat.

“Gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat pada Senin (1/2/2021).

Malahan, AHY mengatakan, gerakan itu juga telah mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di dalam pemerintah.

“Gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintah Presiden Joko Widodo,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi mahfud md partai demokrat kudeta moeldoko agus harimurti
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top