Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jubir Presiden Beberkan Tantangan dalam Penanganan Pandemi, Apa Saja?

Salah satu tantangan dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 adalah adanya misinformasi dan disinformasi, terutama terkait vaksinasi.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  14:54 WIB
Fadjroel Rahman seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
Fadjroel Rahman seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019) - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman menyebut upaya penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air dihadapkan pada berbagai tantangan.

Fadjroel menyebut salah satu tantangan dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 adalah adanya misinformasi dan disinformasi yang membuat masyarakat memperoleh informasi yang tidak benar mengenai Covid-19, terutama terkait vaksinasi.

Untuk itu, dia mengajak seluruh pihak untuk memerangi misinformasi dan disinformasi tersebut.

“Yang kita hadapi soal misinformasi atau disinformasi. Ini yang kami minta bantuan supaya bisa kita atasi secara bersama-sama,” ujarnya Fadjroel seperti dikutip dari keterangan pada situs Sekretariat Kabinet, Minggu (31/1/2021).

Tantangan kedua adalah dimensi keagamaan, yang terlihat dari masih adanya sebagian masyarakat yang mempermasalahkan kehalalan vaksin Covid-19.

Fadjroel menegaskan vaksin yang dipergunakan dalam program vaksinasi saat ini telah memperoleh fatwa suci dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Mudah-mudahan semua Ibu-Bapak yang menghadiri acara webinar hari ini termasuk juga para tokoh-tokoh agama bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa tidak perlu ragu lagi terhadap vaksin yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo dan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Merdeka, Jakarta pada tanggal 13 Januari dan 27 Januari kemarin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadjroel mengungkapkan tantangan ketiga yang dihadapi adalah dimensi pengetahuan, terutama berkaitan dengan keamanan dan efektivitas.

“BPOM sudah mengeluarkan emergency use authorization, vaksin Covid-19 yang digunakan Presiden Joko Widodo itu aman dan efektif,” tegasnya.

Ketiga tantangan tersebut, ujar Fadjroel, dapat dihadapi melalui kerja sama pentahelix yang melibatkan seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai ke tingkat paling bawah di RT dan RW, perguruan tinggi, akademisi, media massa, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat.

Kerja sama pentahelix, imbuhnya, juga sangat menentukan keberhasilan tiga strategi yang dijalankan Pemerintah dalam menangani Covid-19, yaitu penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak & menghindari kerumunan, dan mencuci tangan); program vaksinasi; dan pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment).

“Sekali lagi, mengutip Presiden Joko Widodo, tidak mungkin kita menyelesaikan ini sendirian. Tanggung jawab kita bersama untuk 270,20 juta masyarakat Indonesia harus bersama-sama bekerja sama untuk menghadapi Covid-19 ini sehingga kita juga bersama masyarakat dunia berperang melawan Covid-19,” paparnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi vaksinasi fadjroel rachman Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top