Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Fakta: Peneliti Sebut Vaksin Moderna Berbahaya

Sebelumnya beredar di media sosial Facebook sebuah rekaman video seorang peneliti biomedis James Lyons-Weiler yang mengatakan vaksin Corona Moderna Bebahaya.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 31 Januari 2021  |  14:06 WIB
Vaksin Moderna
Vaksin Moderna

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Pusat Vaksin Universitas John Hopkins William Moss menyampaikan tanggapan terkait informasi yang beredar di media sosial soal video rekaman peneliti yang menyebut vaksin Covid-19 dari Moderna berbahaya.

Untuk diketahui, sebelumnya beredar di media sosial Facebook sebuah rekaman video seorang peneliti biomedis James Lyons-Weiler yang mengatakan vaksin Corona Moderna berbahaya.

Dalam video itu James mengungkapkan pasien yang disuntik vaksin Moderna mengalami efek samping yang parah.

Menanggapi hal tersebut, Moss menegaskan bahwa informasi yang beredar itu salah. Dikutip dari AFP, Moss mengatakan data efek samping vaksin Corona dilaporkan ke Komite Penasihat Produk Biologi.

Moss menambahkan bahwa hasil tersebut kemudian akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin (EUA). Izin tersebut biasanya akan dikeluarkan oleh Badan POM di negara setempat.

"Untuk vaksin Pfizer dan Moderna, efek samping reaktogenik ini ringan hingga sedang, terjadi hingga dua hari setelah vaksinasi dan tidak memiliki konsekuensi jangka panjang," ujar Moss kepada AFP.

KATEGORI: Disinformasi

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru moderna
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top