Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenristek Kembangkan Alat Uji Efektivitas Vaksin

Alat uji dapat mengukur secara sahih keperluan program revaksinasi atau buster di masa mendatang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  15:53 WIB
Ilustrasi - Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). - Antara/Fikri Yusuf
Ilustrasi - Warga antre saat akan melakukan tes cepat (rapid test) COVID-19, di area Terminal Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (18/12/2020). - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya tengah mengembangkan test kit atau alat uji antibodi vaksinasi Covid-19.

Rencananya, alat uji itu digunakan untuk mengukur kadar pembentukan antibodi setelah seseorang menerima vaksin Covid-19.

“Untuk mengukur kadar antibodi baik sebelum divaksin atau sesudah divaksin. Karena kita ingin tahu setelah kita divaksin apakah antibodi kita muncul,” kata Bambang dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Riset dan Inovasi 2021 secara virtual, Rabu (27/1/2021).

Menurut Bambang alat uji itu bakal menjadi kebutuhan krusial di dalam program vaksinasi di tahun 2021 dan berikutnya. Alasannya, alat itu dapat mengukur secara sahih keperluan program revaksinasi atau buster di masa mendatang.

“Setelah 6 bulan, setahun, apakah antibodi itu masih ada. Kalau antibodi tidak ada maka harus ada revaksinasi atau buster yang dibutuhkan dan itu kalau ketahuan setelah kita mengembangkan tes kit itu,” tuturnya.

Belakangan, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah bekerja sama dalam pengembangan alat uji antibodi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenristek bambang brodjonegoro Covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top