Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenapa Masih Bisa Positif Covid-19 Setelah Divaksin? Ini Penjelasannya

Vaksininasi Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan dan membutuhkan waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  08:51 WIB
Petugas medis sebelum penyuntikan vaksin CoronaVac di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Kamis (14/1/2021). - Antara
Petugas medis sebelum penyuntikan vaksin CoronaVac di Puskesmas Cilincing, Jakarta, Kamis (14/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaksanaan program vaksinasi nasional mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir.

Jika pada 21 Januari 2021 jumlah orang yang divaksin masih di angka 10.000 per hari, ternyata pada hari berikutnya sampai dengan 25 Januari rata-rata jumlah orang yang divaksin mencapai 30.000—40.000 per hari.

Oleh karena itu, agar program vaksinasi nasional berjalan sukses, pemerintah hanya perlu memastikan ketersediaan vaksin agar bisa sesuai dengan target.

Selan itu, pemerintah masih harus menambah jumlah fasilitas Kesehatan karena sampai dengan saat ini terdapat 26.000 fasilitas kesehatan yang tercatat di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Dari 26.000 tersebut, baru separuh yang sudah melakukan registrasi untuk melakukan program vaksinasi. Adapun, kendala yang dihadapi oleh 50 persen sisanya terkait dengan pengelolaan rantai dingin.

Akan tetapi, apakah program vaksinasi menjamin seseorang terbebas dari Covid-19 setelah divaksin? Pasalnya, pasti ada di antara kita yang bertanya-tanya kenapa orang yang sudah divaksin masih bisa positif Covid-19?

Seperti dikutip dari https://covid19.go.id/, vaksininasi Covid-19 membutuhkan dua kali dosis penyuntikan dan membutuhkan waktu satu bulan untuk menciptakan kekebalan yang efektif bagi tubuh.

Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal, sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk

Saat seseorang dinyatakan positif setelah vaksinasi, itu artinya saat divaksinasi orang tersebut sudah terpapar/terinfeksi Covid-19 dan sedang dalam masa inkubasi.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Vaksin Covid-19 Sinovac telah teruji keamanan, mutu, khasiat, dan kehalalannya. Vaksin ini dikembangkan menggunakan metode inactivated vaccine, yang telah terbukti aman, tidak menyebabkan infeksi serius serta hampir tidak mungkin menyebabkan seseorang terinfeksi.

Ingat! adanya program vaksinasi yang telah berjalan saat ini, tak lantas membuat kita lengah menjalankan protokol kesehatan. Sebaliknya, proses vaksinasi harus paralel dengan pelaksanaan 3M dan 3T. Yuk, jaga diri dan jaga keluarga kita!

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top