Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akumulasi Pasien Covid-19 di Kota Bogor Bisa Capai 11 Ribu, Jika..

Pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor hingga akhir 2021 diperkirakan mencapai 11 ribu orang. Syaratnya, efektivitas vaksin Covid-19 berada di kisaran 80 persen.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  14:26 WIB
Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa (tengah) berbincang dengan Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/7/2020), terkait pengerahan bantuan bus untuk penumpang KRL di Stasiun Bogor menuju Jakarta. - Antara
Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa (tengah) berbincang dengan Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/7/2020), terkait pengerahan bantuan bus untuk penumpang KRL di Stasiun Bogor menuju Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memproyeksikan akumulasi pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor hingga akhir 2021 mencapai 11 ribu orang. Syaratnya, efektivitas vaksin Covid-19 berada di kisaran 80 persen. 

Proyeksi itu disampaikan Bima terkait upaya Pemerintah Kota Bogor untuk memenuhi ketersediaan tempat tidur bagi pasien konfirmasi positif Covid-19 pada tahun ini. 

“Kalau efektivitas dari vaksin 80 persen artinya jumlah target yang divaksin itu terpenuhi di Kota Bogor, usia produktif dan juga angkanya juga baik dan kemungkinan terbesar di akhir tahun akan ada 11 ribu kasus positif akumulasi,” kata Bima dalam diskusi daring BNPB pada Senin (25/1/2021). 

Dari jumlah itu, Bima menggarisbawahi, 20 persen di antaranya memerlukan perawatan di ruang ICU. Berdasarkan proyeksi itu, dia menuturkan, pihaknya sudah mulai berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit untuk menambah kapasitas perawatan.

“Kita sudah hitung dari sekarang kita sudah siapkan penambahan di rumah sakit di mana saja,” tuturnya. 

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan tingkat kemanjuran atau efikasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac mencapai 65,3 persen.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan vaksin CoronaVac memiliki tingkat efikasi 65,3 persen berdasarkan uji klinis di Indonesia, 91,25 berdasarkan uji klinis di Brasil, dan 78 persen berdasarkan uji klinis di Turki.

Adapun, pada uji klinis fase 3 di Bandung, setelah 14 hari pasca disuntikkan, kemampuan vaksin CoronaVac dalam membentuk antibodi adalah 99,74 persen.

"BPOM menerapkan EUA atau persetujuan penggunaan vaksin CoronaVac dalam kondisi darurat. Secara, internasional kebijakan ini selaras dengan panduan WHO dan dapat diterapkan dalam keadaan darurat masyarakat," ujar Penny dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bima Arya Wali Kota Bogor Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top