Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Temukan Klaster Covid-19 di Pabrik Pengolahan Ayam Ternama

Sepuluh kasus terkonfirmasi positif virus Corona ditemukan di sebuah pabrik, yang mengolah 50 juta ekor ayam per tahun di Kota Harbin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Januari 2021  |  20:29 WIB
Ilustrasi - Seorang anggota staf membersihkan konter bagian makanan laut di jaringan 7Fresh JD.com sebelum toko dibuka, saat negeri tersebut sedang dilanda penularan virus corona baru, di Kota Yizhuang, Beijing, China, Sabtu (8/2/2020). Foto diambil tanggal 8 Februari 2020.  - Antara/Reuters
Ilustrasi - Seorang anggota staf membersihkan konter bagian makanan laut di jaringan 7Fresh JD.com sebelum toko dibuka, saat negeri tersebut sedang dilanda penularan virus corona baru, di Kota Yizhuang, Beijing, China, Sabtu (8/2/2020). Foto diambil tanggal 8 Februari 2020. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - China melaporkan penemuan klaster pertama Covid-19 di kalangan pekerja pabrik pengolahan daging. Temuan itu meningkatkan kekhawatiran para konsumen lokal dengan keamanan makanan impor.

Dilansir Antara, Jumat (22/1/2021), sepuluh kasus terkonfirmasi positif virus Corona ditemukan di sebuah pabrik, yang mengolah 50 juta ekor ayam per tahun di Kota Harbin. Pabrik itu dimiliki oleh konglomerat asal Thailand Charoen Pokphand, salah satu produsen unggas top dunia.

Sebanyak 28 pekerja lainnya di pabrik tersebut dan tiga anggota keluarga tidak mengalami gejala, kata pejabat saat konferensi pers Kamis (20/1/2021).

Meski China kerap menganggap ikan dan daging beku impor sebagai sumber kasus Covid-19 tahun lalu, pihaknya tidak melaporkan klaster signifikan di sektor pengolahan makanannya sendiri.

Pekerja pengemasan daging di Amerika Serikat, Brazil dan seluruh Eropa menjadi grup yang paling parah terdampak Covid-19 tahun lalu, dengan ribuan pekerja pabrik pengolahan terinfeksi virus corona.

Klaster di pabrik C.P. ditemukan pada saat pemeriksaan rutin warga di wilayah tersebut, yang mengalami lonjakan kasus dalam beberapa pekan terakhir.

Sampel yang diambil dari dalam pabrik pengolahan, tempat penyimpanan dingin dan bagian luar kemasan produk selama pemeriksaan awal pekan ini juga terbukti positif virus corona, kata pejabat setempat.

Pihak pabrik tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar terkait klaster Covid-19. Dua eksekutif yang terlibat di dalam bisnis ayam grup itu menolak berkomentar dan merujuk Reuters ke kantor pusat, yang juga tidak dapat dihubungi.

Berita mengenai wabah tersebut viral di platform Twitter versi China, Weibo, dengan sejumlah warganet meminta masyarakat agar tidak mengonsumsi produk CP. Warganet lainnya juga menyebutkan bahwa pejabat terkait telah memerintahkan penarikan produk pabrik tersebut.

CP merupakan salah satu pengolah ayam ternama di China sekaligus merek terkenal telur dan makanan olahan lainnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu takut dengan makanan atau kemasan makanan selama pandemi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top