Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingatkan Pengusaha, Menkes: Vaksin untuk Rakyat, Bukan hanya Konglomerat

Para pemimpin perusahaan perlu tahu bahwa vaksin Covid-19 ditujukan untuk seluruh kelompok masyarakat dan tidak dapat mendahulukan golongan ekonomi tertentu.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  11:38 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan para pemimpin perusahaan bahwa vaksin Covid-19 ditujukan untuk seluruh kelompok masyarakat dan tidak dapat mendahulukan golongan ekonomi tertentu.

Menkes Budi sengaja membahas masalah ini lantaran dia banyak menemukan topik vaksin mandiri yang dibahas di sejumlah Whatsapp group dari para konglomerat yang dulu menjadi nasabahnya.

“Saya yakin para CEO ingin dapat akses lebih dulu dan Anda mampu untuk dapat itu, tetapi tolong pikirkan seluruh rakyat Indonesia, karena tidak ada gunanya juga kita disuntik, kalau yang lain tidak,” katanya dalam acara 11th Kompas100 CEO Forum, Kamis (21/1/2021).

Selain ditujukan kepada seluruh golongan masyarakat, vaksin ini juga gratis dari pemerintah. Saat ini, pemerintah Indonesia telah mengamankan sekitar 600 juta dosis vaksin bagi 188 juta orang. Artinya, sudah lebih dari 150 persen mencukupi target.

Vaksin tersebut akan dipasok dari empat perusahaan, yakni Sinovac (China), Pfizer (Jerman-Amerika), AstraZeneca (Inggris), dan Novavax (Amerika Serikat).

Selain perjanjian bilateral, vaksin multilateral dari GAVI dan WHO yang gratis juga telah menjadi opsi cadangan sebanyak 108 juta dosis. Namun, belum ada kepastian mengenai hal ini.

Indonesia cukup beruntung dapat mengamankan vaksin sebesar itu. Pasalnya, banyak negara berpendapatan rendah yang tersikut oleh negara kaya yang mampu memberikan profit lebih besar kepada produsen vaksin.

“Sehebat, sekaya apapun negara beli vaksin untuk negaranya, kalau orang lain di sekitar negaranya tidak divaksin dan tidak dibantu, pergerakan manusia pasti ada. Kecuali, orang di negaranya tidak boleh ke luar negeri, jadi kemungkinan penularan pasti ada,” ungkapnya.

“Vaksinasi ini sifatnya bukan produk individualis. Vaksinasi ini disuntikkan untuk membangun herd immunity,” katanya.

Perlu diketahui, pemerintah telah menjadwalkan vaksinasi pada Januari - Februari untuk 1,4 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, sebanyak 17 juta golongan pekerja publik akan dimulai pada Maret - April dan lansia sekitar 25 juta. Adapun masyarakat umum akan mulai mendapat suntikan vaksin pada akhir April atau Mei.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi gunadi sadikin Vaksin Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top