Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pelantikan Joe Biden, 25.000 Tentara AS Jaga Washington

Ancaman terhadap keamanan, membuat Biden membatalkan rencananya untuk melakukan perjalanan ke Washington dengan kereta Amtrak.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  15:36 WIB
Ilustrasi - Gedung Parlemen Amerika Serikat atau Capitol di Washington DC - Istimewa
Ilustrasi - Gedung Parlemen Amerika Serikat atau Capitol di Washington DC - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden akan tiba di Washington pada malam sebelum pelantikannya atau pada Selasa (19/1/2021) waktu setempat. Sebanyak 25.000 tentara berjaga seiring dengan kekhawatiran pascakerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu.

Dilansir Bloomberg, Biden akan bermalam di Blair House, rumah singgah bagi tamu yang terletak di seberang Gedung Putih. Pagar tinggi telah dipasang mengelilingi gedung Capitol dan Gedung Putih.

Ancaman terhadap keamanan, membuat Biden membatalkan rencananya untuk melakukan perjalanan ke Washington dengan kereta Amtrak. Kereta ini biasa dia gunakan untuk bolak-balik dari rumahnya di Delaware ke Capitol selama berkarir di Senat AS hampir empat dekade.

Dengan adanya pandemi Covid-19 yang telah melenyapkan lebih dari 40.000 nyawa warga AS, pelantikan Biden tidak akan pernah sama dengan sejarah Amerika sebelumnya.

Donald Trump tidak berminat mengundang Biden ke Gedung Putih sebelum pelantikan dimulai. Trump juga akan menjadi presiden pertama sejak Andrew Johnson yang melewatkan sumpah penerusnya dan memilih langsung terbang menuju Florida, tempat dia berencana untuk tinggal.

“Terkadang kata unprecedented [belum pernah terjadi sebelumnya] adalah kata yang wajar untuk digunakan pada saat krisis ekstrim. Itu adalah pandemi dan kemudian gabungan momen setelah 9-11. Itulah mengapa momennya begitu suram,” kata Julian Zelizer, sejarawan politik di Universitas Princeton.

Seperti diketahui, Biden telah duduk di baris pertama dalam tiga kali pelantikan, yakni dua kali saat menjadi Wakil Presiden masa Barack Obama dan sekali saat pergantian kekuasaan yang damai ke tangan Trump pada 2017, meski keduanya memiliki perbedaan mencolok.

Pada saat yang sama, sidang Senat terkait dengan pemakzulan Donald Trump kedua kalinya atas dugaan menghasut pendukungnya pada kejadian berdarah 6 Januari lalu terus berlanjut.

Andrew Feldman, ahli strategi dari Demokrat mengungkapkan bahwa pelantikan Biden yang tidak seheboh biasanya menandakan Presiden Biden fokus menjalankan agendanya.

“Kami harus tetap fokus pada agenda Biden dan merealisasikan harapan rakyat Amerika. Jika tidak, tidak hanya negara [sulit] bertahan untuk pulih, tetapi akan sulit juga dari perspektif politik Demokrat untuk bertahan dan berhasil pada paruh waktu,” kata Feldman.

Perlu diketahui, presiden inkumben seringkali kehilangan kursi di Kongres pada paruh waktu pertamanya, seperti yang terjadi pada Trump pada 2018.

Dalam pekan pertamanya, Biden diprediksi akan meminta Kongres untuk menyetujui stimulus senilai US$1,9 triliun, sebuah langkah untuk mengubah kebijakan Trump. Dia juga akan mewajibkan penggunaan masker di wilayah federal dan kebijakan terkait dengan perdagangan antar negara bagian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pilpres amerika Donald Trump Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top