Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Copot Kapolsek Cikarang Selatan, Polisi: Tak Terkait Bisnis James Riady

Pencopotan Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi dilakukan karena sebelum Waterboom ditutup terjadi kerumunan di tengah pandemi covid-19. Polisi membantah jika pencopotan itu dilakukan karena menggangu bisnis Waterboom milik James Riady.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  15:37 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus. - Antara
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Polda Metro Jaya membantah bahwa pencopotan Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi dilakukan karena telah menggangu bisnis Waterboom milik James Riady. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan bahwa pencopotan tersebut dilakukan karena sebelum Waterboom ditutup oleh Kapolsek Cikarang Selatan, terjadi kerumunan di tengah pandemi covid-19.

Setelah terjadi kerumunan, kata Yusri, Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi baru turun tangan untuk menutup Waterboom.

"Seharusnya kan dilakukan pencegahan dulu bukan setelah terjadi kerumunan baru dibubarkan, ini merupakan tindakan tegas dari pimpinan untuk mencegah penyebaran covid-19," tuturnya, Kamis (14/1).

Dia juga mengatakan bahwa pencopotan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemilik Waterboom James Riyadi. Menurutnya, Polri harus tegas untuk mencegah terjadinya kerumunan di tengah pandemi covid-19.

"Tidak ada kaitannya dengan itu (James Riady), ini memang murni karena terjadi kerumunan. Jadi Kapolseknya kita copot," katanya.

Sebelumnya sebuah unggahan video yang memperlihatkan kerumunan pengunjung Waterboom Lippo Cikarang, Jawa Barat tersebar di media sosial.

Warganet atau netizen pun ramai-ramai mengutuk kerumunan tanpa protokol kesehatan di Waterboom Lippo Cikarang saat kondisi pandemi Covid-19 justru semakin memburuk.

Dalam video yang berdurasi 90 detik tersebut, terlihat aksi polisi yang sedang membubarkan paksa kerumunan pengunjung. Kerumunan tanpa protokol kesehatan itu dilakukan oleh anak kecil hingga dewasa yang memadati tempat wisata air Waterboom Lippo Cikarang.

Selain tak menjaga jarak, para pengunjung terlihat tidak memakai masker ketika berada di lokasi Waterboom Lippo Cikarang.

Seorang netizen memprediksi kerumunan yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 di area wisata air tersebut dipicu dari promosi tiket masuk yang semula dibanderol Rp95 ribu menjadi Rp10 ribu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya lippo group
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top