Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelantikan Berpotensi Rusuh, Trump Tetapkan 13 Hari Status Darurat untuk Washington

Walikota Washington Muriel Bowser telah meminta Trump untuk menyatakan status pra-darurat dan untuk Keamanan Dalam Negeri untuk membuat rencana penyebaran pasukan keamanan dan federal.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  13:53 WIB
Seorang pengunjuk rasa berpakaian seperti Presiden AS Donald Trump membawa papan bertulisan Vote Him Out!  di Times Square selama pemilihan Presiden 2020 di New York, AS, Selasa (3/11/2020). Bloomberg - Jeenah Moon
Seorang pengunjuk rasa berpakaian seperti Presiden AS Donald Trump membawa papan bertulisan Vote Him Out! di Times Square selama pemilihan Presiden 2020 di New York, AS, Selasa (3/11/2020). Bloomberg - Jeenah Moon

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump telah menyetujui deklarasi darurat untuk District of Columbia jelang pelantikan presiden terpolih Joe Biden, dengan menimbang serangan terhadap Capitol AS minggu lalu.

Trump, menurut pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih pada Senin malam (11/1/2021), memberi wewenang kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Badan Manajemen Darurat Federal untuk mengidentifikasi, memobilisasi, dan menyediakan atas kebijakannya sendiri, peralatan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi dampak keadaan darurat.

Dikutip dari Bloomberg, Walikota Washington Muriel Bowser telah meminta Trump untuk menyatakan status pra-darurat dan untuk Keamanan Dalam Negeri untuk membuat rencana penyebaran pasukan keamanan dan federal.

Senin pagi, penjabat sekretaris Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf, memutuskan mengundurkan diri. Dia akan digantikan oleh Pete Gaynor, yang merupakan pengurus FEMA. Pernyataan Gedung Putih tidak menyebutkan peran baru Gaynor. Status darurat ini akan berlaku hingga 24 Januari 2020.

Sementara itu, FBI memperingatkan 'protes bersenjata' bakal berlangsung di 50 gedung DPR negara bagian dan di Washington DC.

FBI telah menerima informasi yang menunjukkan 'protes bersenjata' sedang direncanakan di semua 50 gedung DPR negara bagian dan Gedung Kongres AS di Washington, DC pada hari-hari menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari 2020, dikutip dari buletin internal FBI yang dirilis CNN, Selasa (12/1/2021).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darurat Donald Trump Joe Biden
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top