Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pelantikan Biden, FBI Ingatkan Protes Bersenjata di 50 Negara Bagian

FBI telah menerima informasi yang menunjukkan 'protes bersenjata' sedang direncanakan di semua 50 gedung DPR negara bagian dan Gedung Kongres AS di Washington, DC pada hari-hari menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari 2020.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 12 Januari 2021  |  12:39 WIB
The Federal Bureau of Investigation (FBI) - Istimewa
The Federal Bureau of Investigation (FBI) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - FBI memperingatkan 'protes bersenjata' bakal berlangsung di 50 gedung DPR negara bagian dan di Washington DC.

FBI telah menerima informasi yang menunjukkan 'protes bersenjata' sedang direncanakan di semua 50 gedung DPR negara bagian dan Gedung Kongres AS di Washington, DC pada hari-hari menjelang pelantikan Presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari 2020, dikutip dari buletin internal FBI yang dirilis CNN, Selasa (12/1/2021).

Jelang Hari Pelantikan, penegak hukum federal di negara bagian bersiap untuk kemungkinan lebih banyak kekerasan setelah perusuh menyerbu Capitol AS pekan lalu yang menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas Kepolisian Capitol.

Bahkan ketika penyelidik federal terus melacak tersangka dari serangan minggu lalu, buletin internal FBI tersebut menyoroti kekhawatiran bahwa pengepungan Capitol AS mungkin hanyalah awal dari potensi tindakan kekerasan dari pendukung Presiden Donald Trump yang telah digerakkan oleh kebohongan soal dugaan suara yang dicuri.

"Protes bersenjata sedang direncanakan di semua 50 gedung DPR negara bagian dari 16 Januari hingga setidaknya 20 Januari, dan di Capitol AS dari 17 Januari hingga 20 Januari," ungkap buletin FBI.

Laporan ini juga menunjukkan ada ancaman pemberontakan jika Trump disingkirkan melalui Amandemen ke-25 sebelum Hari Pelantikan.

"Pada 8 Januari, FBI menerima informasi tentang kelompok teridentifikasi yang meminta orang lain untuk bergabung dengan mereka di gedung pengadilan dan gedung administrasi negara bagian, lokal dan federal, dan federal jika POTUS dicopot sebagai Presiden sebelum Hari Pelantikan," tulis FBI.

Menurut buletin tersebut, kelompok yang teridentifikasi ini adalah juga berencana untuk 'menyerbu' kantor pemerintah termasuk di District of Columbia dan di setiap negara bagian, terlepas dari apakah negara bagian itu memberikan suara elektoral untuk Biden atau Trump pada 20 Januari 2020.

FBI juga melacak laporan tentang berbagai ancaman untuk merugikan Presiden Terpilih Biden menjelang pelantikan presiden. "Laporan tambahan menunjukkan ancaman terhadap VP-Elect Harris dan Pembicara Pelosi," ungkap FBI.

ABC News adalah media yang pertama melaporkan buletin FBI. Adapun, FBI mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa upayanya difokuskan pada mengidentifikasi, menyelidiki, dan mengganggu individu yang menghasut kekerasan dan terlibat dalam kegiatan kriminal.

FBI juga menegaskan bahwa fokus mereka bukan pada pengunjuk rasa damai, tetapi pada mereka yang mengancam keselamatan dan keamanan mereka. keselamatan warga negara lain dengan kekerasan dan perusakan properti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kerusuhan pelantikan Donald Trump Joe Biden
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top